Video yang memperlihatkan aksi jet tempur Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) terbang sangat rendah di atas kerumunan orang di Pantai Pensacola, Florida, menuai kontroversi. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth justru memberikan pembelaan atas insiden yang terjadi pada Rabu (15/7) itu.
Kronologi Insiden Jet Tempur Terbang Rendah
Rekaman video yang beredar luas di media sosial menunjukkan pesawat tempur dari skuadron demonstrasi penerbangan Angkatan Laut AS, yang dikenal sebagai Blue Angels, melesat rendah di atas pantai. Manuver tersebut bahkan menerbangkan pasir dan barang-barang milik pengunjung yang sedang bersantai. Peristiwa itu terjadi saat pertunjukan udara dalam rangka merayakan hari jadi ke-80 skuadron dan peringatan 250 tahun kemerdekaan AS.
Reaksi dari Pejabat dan Blue Angels
Sejumlah pejabat AS, baik yang masih menjabat maupun mantan, menyatakan kekhawatiran terkait keselamatan. Blue Angels, dalam pernyataannya pada Rabu (15/7), mengakui adanya penyimpangan. "Saat melakukan manuver kedatangan, sebuah pesawat terbang lebih rendah dari profil standar, sehingga menimbulkan gangguan di pantai yang berdampak pada kursi dan payung milik warga sipil," ujar mereka, menyebut situasi itu sebagai "lintasan ketinggian rendah".
Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS, Hung Cao, mengumumkan pada Kamis (16/7) bahwa evaluasi pascapenerbangan telah selesai dan tidak ada sanksi atau teguran yang diberikan. "Evaluasi penerbangan telah selesai. Tidak ada teguran. Tidak ada pemecatan. Tidak ada masalah. Itulah suara kebebasan!" kata Cao dalam pernyataan di media sosial.
Pembelaan Menhan dan Kritik Tajam
Menhan AS Pete Hegseth mendukung penuh aksi tim aerobatik tersebut. "Aksi terbang lintas (flyover) akan terus dilakukan sampai moral membaik," tulis Hegseth di platform X pada Kamis (16/7).
Namun, anggota DPR dari Partai Demokrat, Seth Moulton, melontarkan kritik pedas. "Aturan keselamatan penerbangan ditulis dengan darah. Mengagung-agungkan dan membenarkan perilaku nekat seperti ini hanya akan memicu kejadian serupa yang lebih sering, hingga kita sampai pada titik di mana tragedi mengerikan terjadi akibat retorika yang lancang dan ceroboh semacam ini," tegasnya.
Insiden ini memicu perdebatan sengit antara pendukung militer yang menganggapnya sebagai aksi patriotik dan pihak yang menekankan pentingnya keselamatan publik.



