Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melontarkan candaan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Nusron Wahid saat peresmian proyek Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). Bahlil mengaitkan kacamata hitam yang dikenakan Nusron dengan kekalahan tim favoritnya, Inggris, dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026.
Candaan Bahlil soal Kacamata Hitam Nusron
Awalnya, Bahlil menyapa Presiden Prabowo Subianto yang hadir secara virtual serta para menteri Kabinet Merah Putih. "Yang saya hormati menteri Kabinet Merah Putih, Bapak Presiden kami melaporkan yang bersama sama kami di Tanimbar sekarang, adalah Menteri Bappenas, ada Pak Nusron Bapak Presiden, kacamatanya hitam, mungkin karena kalah karena Inggris kalah dari Argentina sehingga dia sedih," seloroh Bahlil, sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (16/7/2026).
Candaan tersebut disambut tawa para hadirin. Inggris memang baru saja tersingkir setelah kalah 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 yang digelar pada Rabu (15/7/2026). Argentina melaju ke final untuk bertemu Spanyol. Insiden ini menunjukkan suasana santai di tengah acara resmi pemerintahan.
Proyek Abadi Masela dan Sambutan Warga Tanimbar
Setelah melontarkan candaan, Bahlil menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo bahwa seluruh rakyat Kabupaten Kepulauan Tanimbar mengucapkan terima kasih. Dia mengungkapkan bahwa baliho bergambar wajah Prabowo terpampang di sepanjang jalan dari bandara hingga lokasi acara. "Saya begitu mendarat itu balihonya dari bandara sampai di lokasi acara pak, dan wajahnya hanya wajah Bapak Presiden. Ini menunjukkan kecintaan masyarakat Kepulauan Tanimbar kepada Bapak Presiden," ujarnya. "Dan kami ucapkan terima kasih kepada bapak presiden untuk melakukan peresmian groundbreaking," sambung Bahlil.
Proyek Abadi Masela sendiri merupakan proyek strategis nasional yang telah lama ditunggu. Bahlil sebelumnya menyatakan bahwa proyek ini akan menyerap 12.000 pekerja dengan prioritas warga Tanimbar. Proyek ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan bagi daerah dan negara.



