Andi Widjajanto, kader senior PDI Perjuangan, akhirnya angkat bicara terkait tuduhan bahwa ia ikut serta dalam aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat, 12 Juni 2026. Eks Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional itu dengan tegas membantah keterlibatannya dalam unjuk rasa apa pun.
"Ya, saya tidak terlibat demo," kata Andi ditemui usai mengisi acara bedah buku Mahfud MD di Universitas Islam Indonesia (UII), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, 6 Juli 2026 sore. Menurut Andi, keberadaannya di lokasi saat demo terjadi hanyalah sebuah kebetulan. Ia mengaku saat itu sedang makan siang dan terkejut mendengar suara massa aksi yang mencapai Bundaran HI.
Kebetulan di Lokasi Demo
"Saya hanya mengunjungi adik-adik mahasiswa karena saya sedang makan siang dan kedengaran klaksonnya, lalu kaget mereka bisa tembus ke Bundaran HI, normalnya tidak tembus," klaim dia. "Ya itu saja, tidak ada apa pun yang saya lakukan berinteraksi dengan mereka sebelum atau sesudah itu. (Keberadaannya) sebagai orang yang heran kenapa demonya tembus ke Bundaran HI," sambungnya.
Andi menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi tidak bisa ditafsirkan sebagai sikap yang mewakili partainya. "Nggak, nggak, nggak ada interaksi saya dengan mereka. Sama sekali nggak ada," pungkasnya.
Sindiran dari Partai Koalisi
PDIP sebelumnya mendapat sentilan dari partai politik koalisi pemerintah setelah Andi Widjajanto terlihat dalam aksi mahasiswa di Bundaran HI. Sindiran datang dari sejumlah elite partai koalisi seperti PKB dan Golkar. Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengingatkan PDIP untuk bersikap tegas dan tidak abu-abu soal posisinya di pemerintahan. Sementara Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan pihaknya menghormati sikap politik PDIP yang disebut sebagai partai penyeimbang, namun mengaku tidak memahami maksud posisi tersebut dan menyerahkan penilaian kepada rakyat.
DPP PDIP pun menegaskan tidak terlibat dan tidak mengorganisir pihak mana pun dalam aksi unjuk rasa di sejumlah daerah, termasuk di Bundaran HI oleh mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, mengatakan sikap partainya itu telah menjadi instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Respons Puan Maharani
Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, merespons singkat kritik terhadap sikap politik PDIP terkait gelombang demo mahasiswa. Usai memimpin Paripurna DPR bersama Wakil Ketua DPR dari PKB, Puan membantah PDIP bersikap abu-abu dalam posisinya di pemerintahan. "Enggak kok, kita jelas," ujar dia singkat di kompleks parlemen, Kamis, 2 Juli 2026. Puan tidak menjelaskan lebih lanjut sikap jelas yang dimaksud.



