Soros Dituding Danai Demo Mahasiswa Anti-Prabowo, Ini Faktanya
Soros Dituding Danai Demo Mahasiswa Anti-Prabowo

Nama miliarder George Soros kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial Indonesia, terutama saat demonstrasi mahasiswa yang mengkritik kinerja pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka kembali marak. Soros dituding sebagai pihak yang mendanai aksi demonstrasi tersebut, termasuk lembaga-lembaga yang memberikan pengawasan kritis terhadap pemerintah. Tuduhan ini mencuat seiring dengan meningkatnya ketegangan politik di tanah air.

Kronologi Tuduhan Terhadap Soros

Narasi tentang keterlibatan Soros muncul kembali saat demonstrasi yang berlangsung akhir Agustus 2025 berubah menjadi kerusuhan. Aksi yang awalnya menuntut penanganan kesenjangan ekonomi itu berakhir bentrok dengan aparat keamanan. Dalam insiden tersebut, seorang pengemudi ojek bernama Affan Kurniawan dilaporkan tewas, bersama dengan sejumlah korban lainnya. Tuduhan bahwa Soros mendanai aksi ini menyebar luas di platform media sosial seperti Twitter, Facebook, dan TikTok.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada bukti konkret yang dirilis oleh pihak berwenang yang mengaitkan Soros secara langsung dengan pendanaan demonstrasi di Indonesia. Soros, yang dikenal melalui yayasan filantropinya Open Society Foundations, sering menjadi sasaran teori konspirasi di berbagai negara karena dukungannya terhadap organisasi masyarakat sipil dan demokrasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Tuduhan di Ruang Publik

Tuduhan terhadap Soros telah memicu perdebatan sengit di kalangan netizen. Sebagian pihak meyakini bahwa Soros adalah ancaman bagi kedaulatan negara, sementara yang lain menganggap tuduhan tersebut sebagai upaya mengalihkan perhatian dari tuntutan mahasiswa. Sejumlah akademisi dan pengamat politik mengingatkan agar publik tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kita harus kritis terhadap setiap informasi, terutama yang menyangkut pendanaan asing. Namun, tuduhan tanpa bukti hanya akan memperkeruh suasana,” ujar seorang pengamat politik yang enggan disebutkan namanya. Pemerintah sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai tuduhan ini.

Konteks Lebih Luas: Soros dan Indonesia

George Soros bukanlah nama asing di Indonesia. Beberapa tahun sebelumnya, ia juga dituding mendanai gerakan-gerakan yang dianggap anti-pemerintah. Namun, klaim serupa sering kali tidak dapat dibuktikan. Soros melalui Open Society Foundations memang mendukung berbagai program hak asasi manusia, transparansi, dan demokrasi di banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, dukungan tersebut bersifat terbuka dan tidak secara spesifik ditujukan untuk mendanai demonstrasi.

Dalam kasus demonstrasi Agustus 2025, tuntutan mahasiswa berfokus pada ketimpangan ekonomi yang semakin melebar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa rasio gini Indonesia pada 2024 mencapai 0,388, masih tergolong tinggi. Mahasiswa juga menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai lebih berpihak pada pengusaha besar. Tuduhan terhadap Soros dinilai sebagian pihak sebagai upaya untuk mendelegitimasi gerakan mahasiswa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga