Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan bahwa partainya konsisten mendukung pembangunan nasional dan tidak pernah mengambil posisi sebagai oposisi. Pernyataan ini disampaikan sebagai jawaban atas kritik Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang menyinggung bahwa politik bukan sekadar mencari enaknya.
Golkar Tegaskan Ideologi dan Cara Berpolitik
Dalam keterangannya kepada wartawan pada Rabu (5/6/2026), Doli menjelaskan bahwa setiap partai politik memiliki ideologi, nilai, doktrin, konsep, dan cara tersendiri dalam menjalankan perannya. Golkar, menurutnya, berideologi Pancasila dengan paradigma developmentalism melalui doktrin karya kekaryaan.
"Masing-masing partai politik memiliki ideologi, nilai, doktrin, konsep dan cara di dalam menjalankan perannya. Golkar adalah partai politik ber-ideologi-kan Pancasila, yang mengembangkan paradigma developmentalism, melalui doktrin karya kekaryaan," ujar Doli.
Sejarah Golkar: Dari Sekber Hingga Kini
Doli mengungkapkan bahwa sejak berdiri, Golkar tidak pernah mengenal posisi oposisi. Ia merujuk pada sejarah panjang partainya yang dimulai dari Sekretariat Bersama (Sekber) kemudian bertransformasi menjadi Partai Golkar.
"Jadi sejak berdiri, mulai dari Sekber, kemudian bertransformasi menjadi Partai Golkar, hingga sekarang, Golkar konsisten sebagai partai politik yang ber-'genre' pembangunan, yang 'click' atau compatible dengan lingkungan atau ekosistem pemerintahan," jelasnya.
Ia menambahkan, "Itulah karakteristik Partai Golkar yang tentu berbeda dengan karakteristik partai politik lain. Jadi Golkar memang tidak pernah mengenal posisi oposisi. Apalagi Indonesia memang sistem pemerintahannya adalah presidential, yang juga tidak pernah mengenal oposisi."
Dukungan Penuh untuk Prabowo-Gibran
Doli menegaskan bahwa sejak awal, Golkar telah memposisikan diri sebagai partai pengusung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Partainya berkomitmen memperjuangkan program-program prioritas pemerintah.
"Dan di periode pemerintahan ini, positioning Golkar sejak awal tegas sebagai partai politik pengusung Prabowo-Gibran, yang visi-misi serta programnya linier dan relevan dengan karakteristik dan nilai perjuangan Partai Golkar. Makanya kami secara sungguh-sungguh bekerja keras membantu dan memperjuangkan semua yang menjadi target-target kemajuan pemerintah saat ini," ungkapnya.
Menghormati Partai di Luar Pemerintahan
Meski demikian, Doli menegaskan bahwa Golkar menghormati partai politik yang memilih berada di luar pemerintahan. Menurutnya, posisi tersebut sama mulianya dengan partai yang berada di dalam pemerintahan.
"Kami juga menghargai dan menghormati partai politik yang mengambil posisi berada di luar pemerintahan saat ini. Untuk maju, Indonesia membutuhkan peran partai-partai politik, baik yang berada di dalam pemerintahan, maupun yang berada di luar pemerintahan. Dan itu sama mulianya," ungkap dia.
Kritik PDIP: Politik Bukan Cari Enak
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira enggan berkomentar terkait pernyataan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia yang mengaku tidak terbiasa di oposisi. Namun, Andreas menegaskan bahwa prinsip berpolitik PDIP bukan untuk mencari enaknya.
"Nggak tahu saya. Itu urusan Golkar. Kalau PDI Perjuangan, berpolitik bukan untuk cari enak," kata Andreas saat dihubungi pada Senin (3/8/2026).
Posisi Oposisi dan Pemerintah Sama Baiknya
Andreas menilai bahwa posisi oposisi dan di dalam pemerintahan sebenarnya sama-sama baik. Ia menekankan bahwa partai di luar pemerintah pun bisa bermanfaat bagi rakyat sebagai penyeimbang kekuasaan.
"Dua-duanya bisa baik, tergantung bagaimana mengimplementasikan gagasan menjadi program-program untuk kepentingan rakyat. Di luar pemerintahan pun akan sangat bermanfaat sebagai penyeimbang terhadap kekuasaan," ucap Andreas.
Ia juga mengingatkan bahwa kekuasaan cenderung korup. Menurutnya, partai yang berada di dalam pemerintahan namun membohongi rakyat sama saja dengan mencelakakan negara.
"Karena kekuasaan itu cenderung korup, power tends to corrupt. Kalau di dalam tapi hanya menikmati, atau malah korupsi, membohongi rakyat, ya, malah mencelakakan negara," ujarnya.



