Partai Golkar melalui Fraksinya di DPR RI menyatakan bahwa biaya ideal pendidikan bagi seorang siswa mencapai sekitar Rp18 juta per tahun. Angka ini dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang saat ini diberikan oleh pemerintah.
Perbandingan Biaya Ideal dan Dana BOS
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, mengungkapkan bahwa untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), dana BOS yang disalurkan hanya sebesar Rp900 ribu per siswa per tahun. Menurutnya, terdapat kesenjangan yang signifikan antara biaya ideal dan realisasi dana BOS.
"Hasil evaluasi kita, kajian kita, biaya yang layak yang bisa untuk meningkatkan pendidikan siswa menjadi maju, berkualitas, itu sekitar Rp18 juta. Sementara dana BOS yang diberikan oleh negara itu Rp900 ribu. Tentu masih banyak ya selisihnya," kata Sarmuji kepada wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (13/7).
Tiga Komponen dalam Kajian Biaya Ideal
Sarmuji menjelaskan bahwa kajian biaya ideal tersebut mengacu pada tiga komponen utama. Pertama, biaya operasional sekolah. Kedua, pengeluaran yang ditanggung oleh tenaga pendidik. Ketiga, beban biaya yang ditanggung oleh orang tua peserta didik.
"Kita memang memiliki standar yang tinggi, fraksi Partai Golkar, karena kita tahu bahwa pendidikan itu sesuatu yang sangat penting. Sehingga kita tidak memberi standar yang sekadarnya saja. Angka 18 juta itu memang akan bisa menjadikan seorang siswa untuk lebih maju dan bisa bersaing dengan peradaban lain di dunia," ujarnya.
Dorongan Peningkatan Dana BOS
Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini mendorong agar besaran dana BOS yang disalurkan oleh pemerintah dapat ditingkatkan. Ia juga mengusulkan adanya peninjauan kembali skema penyaluran dana BOS agar lebih berkeadilan.
"Hal-hal itu yang kita dorong supaya di satu sisi ada peningkatan dana BOS, kita review kembali, dan syukur-syukur bisa ditingkatkan. Di sisi yang lain kita juga mengusulkan supaya lebih berkeadilan mempertimbangkan beban baik daerah maupun jenis satuan pendidikannya," katanya.
Pernyataan ini disampaikan di tengah pembahasan anggaran pendidikan yang kerap menjadi sorotan publik. Golkar berharap pemerintah dapat merespons usulan ini demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.



