Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq angkat bicara terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Fajar, pihaknya akan mengkaji secara mendalam apa yang menjadi paksaan dari putusan MK terkait anggaran MBG tersebut.
“Tentu kita akan mengkaji betul apa dampak dari keputusan tersebut. Jadi kita enggak bisa belum berkomentar banyak,” kata Fajar di Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
Kajian Mendalam Diperlukan
Fajar menekankan pentingnya kajian yang komprehensif sebelum pemerintah mengambil langkah lanjutan. Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan gizi anak sekolah dan mendukung pemerataan akses pendidikan. Anggaran program ini sebelumnya telah dialokasikan dalam APBN dan menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Putusan MK yang berkaitan dengan anggaran MBG memerlukan pemahaman yang utuh dari berbagai aspek, termasuk kesesuaian dengan kebijakan pendidikan nasional. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan program ini tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas fiskal.
Dampak terhadap Implementasi Program
Keputusan MK dapat berdampak pada alokasi dana dan jadwal pelaksanaan MBG di sekolah-sekolah. Pemerintah harus menyesuaikan dengan putusan tersebut agar tidak menimbulkan ketidakpastian di lapangan. Fajar belum memberikan pernyataan rinci mengenai langkah konkret yang akan diambil, namun ia memastikan bahwa pihaknya akan bekerja cepat dalam melakukan evaluasi.
Program MBG telah berjalan di beberapa daerah dan mendapat sambutan positif dari orang tua dan siswa. Jika terjadi perubahan anggaran, pemerintah perlu mencari solusi alternatif agar program ini tetap berkelanjutan.
Komitmen Pemerintah
Pemerintah berkomitmen untuk tetap menjalankan program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Fajar menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan memprioritaskan kajian ini dan akan menyampaikan hasilnya kepada publik setelah semuanya matang.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil berdasarkan data dan analisis yang kuat. Tidak ada yang terburu-buru,” tambahnya.



