Sudaryono Doakan Nanik S Deyang Cepat Sembuh, Siap Dengarkan Masukannya
Sudaryono Doakan Nanik S Deyang Cepat Sembuh

Sudaryono, yang baru saja dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), mendoakan kesembuhan mantan Kepala BGN Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Ia menegaskan akan mendengarkan masukan dari Nanik dan berbagai pihak untuk perbaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Doa dan Harapan untuk Nanik S Deyang

"Kemudian pagi tadi saya ditelepon Pak Seskab, Pak Teddy, dan mengonfirmasi bahwa hari ini saya akan dilantik secara resmi untuk menggantikan Bu Nanik, sekali lagi yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Dan kita doakan Bu Nanik lekas berobat, lekas sehat, lekas pulih, bergas waras, enak gitu ya," kata Sudaryono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

"Hari ini saya memenuhi kewajiban itu untuk kemudian mengemban amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," imbuhnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menghargai Pengalaman Nanik

Sudaryono menilai Nanik sebagai senior yang punya pengalaman di BGN. Ia mengaku akan mendengarkan masukan dari Nanik soal program MBG. "Ya, saya kira kan Bu Nanik apa pun kan punya pengalaman sebagai wakil ketua, sebagai wakil kepala, dan juga kepala. Begitu, saya kira masukan pasti kita dengarkan. Termasuk juga kita mendengarkan dari semua pihak, tentu saja ya," ujar Sudaryono.

Mengakui Adanya Persoalan dan Pelanggaran

Sudaryono menyebut ada persoalan dan pelanggaran yang terjadi saat program MBG berjalan. Ia mengatakan tidak akan alergi terhadap masukan. "Kita tidak menafikan bahwa memang ada persoalan, bahkan ada pelanggaran, kita juga tahu itu dan kita menyesalkan itu. Sehingga kita ingin mendengarkan masukan yang konstruktif tentu saja dari berbagai pihak, termasuk salah satunya adalah dari Bu Nanik," ucap Sudaryono.

BGN adalah Tim, Bukan Individu

Sudaryono juga mengaku akan mendengarkan penilaian dari pimpinan BGN lainnya. Ia menekankan bahwa BGN adalah tim, bukan individu. "Tentu saja yang paling harus saya dengar duluan adalah asesmen internal seperti apa. Ada dua wakil saya, rencananya nanti ada Bu Arum dan Pak Trenggono, beserta seluruh jajaran tentu saja. Ini kan kerja tim ya, bukan berarti saya sendiri yang harus beresin semua. Ini kan kerja tim, tidak ada superman, tapi yang ada adalah superteam, gitu," ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi, Sudaryono berharap dapat membawa BGN menjadi lebih progresif di bawah kepemimpinannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga