Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah wilayah di Iran pada Selasa (21/7/2026) malam. Serangan ini menjadi operasi militer AS terhadap Iran selama 11 malam berturut-turut di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Centcom Sebut Target untuk Lemahkan Kemampuan Iran
Komando Pusat AS atau Centcom menyatakan, gelombang serangan terbaru ditujukan untuk terus melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz. Centcom menyebut pasukan AS menyerang sejumlah sasaran, mulai dari pusat operasi militer, kemampuan maritim, hanggar pesawat, fasilitas penyimpanan pesawat nirawak atau drone, hingga infrastruktur logistik militer Iran.
Serangan Berlangsung 11 Malam Berturut-turut
Ini adalah malam ke-11 operasi militer AS terhadap Iran secara beruntun. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran mengenai jumlah korban atau kerusakan akibat serangan tersebut. Namun, ketegangan di Selat Hormuz semakin meningkat, mengancam keamanan pelayaran internasional.



