Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap penyebab kemacetan parah yang terjadi di kawasan Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Timur. Menurutnya, kemacetan dipicu oleh ketidakseimbangan antara arus kontainer impor yang masuk ke Jakarta dengan kontainer kosong untuk ekspor yang keluar.
"Kemacetan yang terjadi karena disebabkan antara yang masuk dan yang keluar itu tidak balance. Sekarang ini banyak sekali kontainer-kontainer yang berisi dari impor kemudian masuk ke Jakarta. Tetapi kontainer-kontainer yang kosong untuk ekspor kebetulan mengalami penurunan yang signifikan sehingga terjadi antrean di mana-mana," kata Pramono di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (23/7/2026).
Langkah Pemprov DKI Atasi Kemacetan
Untuk mengurai kemacetan, Pramono mengaku telah menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar kontainer kosong tidak lagi diparkir di badan jalan. Sebagai gantinya, Pemprov DKI menyiapkan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone.
"Saya sudah memutuskan kepada Kepala Dinas Perhubungan, Pak Budi, kemarin semalam saya sudah telepon dan saya memutuskan untuk peti kosong yang ada itu kita minta untuk parkirnya tidak di jalanan. Tidak boleh lagi ada parkir di jalanan. Itulah yang menyebabkan kemacetan yang luar biasa," ujarnya.
Pramono mengatakan Terminal Tanah Merdeka mampu menampung lebih dari 200 kontainer kosong. Untuk mendorong pemanfaatannya, Pemprov DKI memberikan diskresi berupa pembebasan tarif parkir sementara.
"Maka kita gunakan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone. Karena ini rata-rata adalah kontainer kosong, mereka kan nggak mau bayar distribusi. Maka untuk itu dari tanggal 22 Juli sampai 5 Agustus Pemprov DKI Jakarta memberikan diskresi pembebasan tarif supaya nggak parkir di sepanjang jalan," tuturnya.
Imbauan kepada Pelaku Usaha Logistik
Ia berharap seluruh pelaku usaha logistik memanfaatkan fasilitas tersebut sehingga kontainer kosong tidak lagi memenuhi badan jalan dan memicu kemacetan.
"Jadi sekali lagi kami meminta kepada siapa pun yang mempunyai aktivitas itu, silakan memanfaatkan diskresi yang dikeluarkan oleh Gubernur untuk parkirnya di Tanah Merdeka yang mampu menampung lebih dari 200 kontainer," pungkasnya.
Kronologi Kemacetan di Cakung
Sebagai informasi, kemacetan di Cakung arah Cilincing ini dilaporkan telah terjadi pada Selasa (21/7/2026), pagi. TMC Polda Metro Jaya lewat akun resminya melaporkan kemacetan terjadi sejak pukul 07.36 WIB. Kemacetan terjadi sejak traffic light kolong Cakung, baik dari Cakung arah Cilincing maupun ke arah Harapan Indah Bekasi.
Kemacetan rupanya terjadi lagi pada Rabu (22/7/2026) siang. Kemacetan hari ini juga terjadi karena ada truk kontainer yang mengantre panjang di lajur kiri jalan.



