Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kompetisi kota terbersih nasional dengan total insentif hingga puluhan miliar rupiah. Pengumuman itu disampaikan saat acara Akad Massal KPR Sejahtera melalui skema FLPP di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Lima kota terbaik akan memperoleh insentif masing-masing Rp20 miliar, disusul kota berikutnya dengan Rp10 miliar.
Prabowo Tekankan Kebersihan Sungai dan Lingkungan
Prabowo menegaskan komitmennya menangani masalah sampah secara serius. Ia meminta gubernur, bupati, wali kota, hingga jajaran TNI/Polri dan ketua RT/RW untuk setiap hari memeriksa sungai dan lingkungan sekitar. "Gubernur yang hebat, bupati yang hebat, wali kota yang hebat, Pangdam, Kapolda, Danrem, Dandim, Kapolres, hingga Kapolsek harus setiap hari mengecek sungai dan lingkungan. Itulah pemimpin yang hebat," ujar Prabowo dalam sambutannya.
Insentif untuk Lima Kota Terbersih
Pemerintah menyiapkan insentif besar bagi daerah yang berhasil menjadi kota terbersih. Prabowo menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Sekretaris Negara, dan Menteri Keuangan untuk mengkoordinasikan skema ini. "Kita buat lomba Kota Terbersih. Kota-kota terbaik akan memperoleh insentif, misalnya Rp20 miliar untuk lima kota terbaik," jelasnya. Kota-kota pada urutan berikutnya akan mendapat Rp10 miliar. "Lebih baik kita berikan penghargaan seperti itu daripada hanya memberikan piala, walaupun piala juga tetap bisa diberikan," tambahnya.
Ajakan Partisipasi Semua Elemen Masyarakat
Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi aktif. Ia menekankan peran ketua RT, RW, koperasi, masjid, dan kelompok masyarakat untuk saling mengingatkan. "Kalau para direktur BUMN mengajak seluruh pegawainya membersihkan lingkungan satu jam setiap pagi, kalau ASN di seluruh pemerintah daerah juga melakukan hal yang sama, saya yakin hasilnya akan luar biasa," kata Prabowo. Ia optimistis dengan keterlibatan semua pihak, target kebersihan kota dan sungai dapat tercapai.



