Presiden Prabowo Subianto meminta penerapan Single National Identity Card (SNIC) atau Kartu Identitas Tunggal segera direalisasikan sebagai bagian dari upaya mempercepat digitalisasi pemerintahan. Hal ini disampaikan dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026).
Penyederhanaan Regulasi dan Birokrasi
Prabowo menegaskan bahwa penyederhanaan regulasi dan birokrasi sangat penting untuk meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan. "Kita tahu bahwa efisiensi kita masih kurang. Regulasi kita terlalu banyak, peraturan kita terlalu banyak. Ya, saya tegaskan di sini, kita harus sederhanakan pemerintahan," kata Prabowo dalam sidang tersebut.
Pemerintah saat ini telah memulai digitalisasi melalui GovTech sebagai langkah awal menuju penerapan SNIC. "Saya berharap nanti Single National Identity Card bisa dieksekusi, bisa diimplementasi dengan sebaik-baiknya," ujar Prabowo. Ke depan, selain digitalisasi, ia meminta penyederhanaan regulasi menyeluruh, termasuk aturan di tingkat kementerian. "Kita terus sederhanakan peraturan-peraturan menteri dan sebagainya. Harus juga sinkron dengan napas penyederhanaan, deregulasi, dan efisiensi," pungkasnya.
Evaluasi Kinerja Pemerintahan
Dalam sidang kabinet yang dipimpinnya, Prabowo juga mengevaluasi kinerja pemerintahannya yang telah berjalan selama 18 bulan. Ia mengaku bangga karena dalam kurun waktu tersebut, pemerintah telah menyelesaikan 108 hingga 110 masalah bangsa. "Kita diberi mandat selesaikan masalah dan harusnya kita bangga ternyata dalam kurun waktu ini telah banyak masalah dan kesulitan yang kita selesaikan. Hitungan kita 108-110 masalah yang kita selesaikan," jelas Prabowo.
Menurutnya, capaian itu merupakan prestasi yang patut dibanggakan, namun tidak boleh membuat pemerintah besar kepala. "Kita rendah hati, tidak mau menepuk dada, kita tidak mau dan tidak boleh besar kepala dan sombong. Itu watak kita sebenarnya. Watak bangsa kita. Ojo dumeh," tegas mantan Menteri Pertahanan tersebut. Ia menambahkan, prestasi tersebut harus menjadi kebanggaan untuk bekerja lebih baik, dan sejarah akan mencatatnya. "Tanpa kita sadar karena kita sibuk bekerja, kita dalam tahap ini ada hal yang sangat membanggakan," ucap Prabowo.



