Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Gubernur BI, Presiden Beri Penghormatan
Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Gubernur BI

Kronologi Pengunduran Diri

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo secara resmi menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa surat pengunduran diri tersebut telah diterima oleh Presiden Prabowo Subianto pada Minggu, 26 Juli 2026. Hal ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 27 Juli 2026, sebagaimana dikutip dari Kompas TV.

Penghormatan dari Presiden

Bersamaan dengan penerimaan surat pengunduran diri, Presiden Prabowo memberikan pemberhentian secara hormat kepada Perry Warjiyo. Tindakan ini merupakan bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasi Perry selama memimpin Bank Indonesia. Perry telah menjabat sebagai Gubernur BI sejak tahun 2019, menggantikan Agus Martowardojo. Masa kepemimpinannya yang hampir tujuh tahun ditandai dengan berbagai tantangan ekonomi global, termasuk pemulihan pascapandemi, tekanan inflasi, dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Perjalanan Karier Perry Warjiyo

Perry Warjiyo merupakan Gubernur BI ke-16 sejak bank sentral didirikan. Sebelum menjabat sebagai gubernur, ia berpengalaman sebagai Deputi Gubernur BI dan terlibat dalam perumusan kebijakan moneter. Selama kepemimpinannya, BI fokus pada pengendalian inflasi, penguatan cadangan devisa, serta digitalisasi sistem pembayaran. Perry juga aktif dalam forum internasional, mewakili Indonesia di berbagai pertemuan bank sentral global.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut Prasetyo Hadi, proses pengunduran diri ini berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Surat telah resmi diterima oleh Kepala Negara, dan pemberhentian hormat diberikan sebagai tanda jasa atas kontribusi Perry. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai calon pengganti Gubernur BI. Namun, sesuai mekanisme, presiden akan mengajukan calon kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk mendapatkan persetujuan.

Dampak bagi Bank Indonesia

Pengunduran diri Perry Warjiyo menandai akhir dari era kepemimpinan yang relatif stabil di bank sentral. Selama masa jabatannya, BI berhasil menjaga stabilitas makroekonomi di tengah gejolak global. Nilai tukar rupiah yang sempat tertekan berhasil dikelola, sementara inflasi tetap dalam kisaran sasaran. Selain itu, BI mempercepat adopsi teknologi dalam sistem pembayaran, termasuk peluncuran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan pengembangan rupiah digital.

Ke depan, transisi kepemimpinan di BI diharapkan berjalan lancar dan tidak mengganggu kesinambungan kebijakan. Perry Warjiyo sendiri belum memberikan pernyataan publik mengenai rencana selanjutnya setelah meninggalkan jabatannya. Masyarakat pelaku pasar dan pengamat ekonomi akan mencermati siapa sosok yang akan menggantikan Perry, mengingat peran strategis BI dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Sebagai informasi, pengunduran diri pejabat tinggi negara seperti Gubernur BI bukanlah hal yang jarang terjadi. Biasanya, pengunduran diri dilakukan karena alasan pribadi, kesehatan, atau transisi politik. Dalam kasus Perry, pengumuman resmi dari Mensesneg menyiratkan bahwa proses ini telah diatur dengan baik dan mendapatkan respons positif dari pemerintah. Dengan pemberhentian hormat, Presiden Prabowo memberikan apresiasi langsung kepada Perry atas jasanya selama ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga