Wabah siklosporiasis yang disebabkan parasit Cyclospora cayetanensis telah menjadi yang terbesar dalam sejarah Amerika Serikat, menyebar ke 41 negara bagian dan menginfeksi ribuan orang. Michigan mencatat jumlah kasus tertinggi secara nasional, yakni lebih dari 7.000 kasus. Di Monroe County, daerah pedesaan dengan sekitar 154.000 penduduk, tercatat 286 kasus infeksi.
Nick Palmiter, warga Monroe County berusia 29 tahun, mengalami gejala diare hebat hingga 15–20 kali sehari. "Saya benar-benar kesakitan, sampai harus ke kamar mandi sekitar 15 hingga 20 kali sehari," ujarnya. Ia menggambarkan sensasi seperti tekanan dan gelembung gas terus-menerus, "hampir seperti ada balon di dalam perut." Setelah didorong rekan kerja, Palmiter mendatangi fasilitas kesehatan darurat dan didiagnosis menderita siklosporiasis.
Dampak pada Komunitas Lokal
Ibu Palmiter, Michelle, mengungkapkan kekhawatiran warga. "Saya melihat banyak orang panik karena ini. Keponakan saya mengosongkan seluruh lemari pendingin berisi produk segar dan membuangnya, termasuk semangka yang masih layak," katanya. Diskusi di media sosial menunjukkan banyak warga mengambil langkah serupa; seorang ibu menulis bahwa balitanya hanya makan nugget ayam dan biskuit Goldfish sejak wabah dimulai. Michelle sendiri hanya mengonsumsi buah dan sayuran yang dimasak, dan sama sekali tidak makan di luar. Ia juga menyoroti ketidakpercayaan pada penanganan pemerintah: "Kami tidak mempercayai apa pun yang mereka sampaikan tentang wabah ini."
Kesulitan Melacak Sumber Wabah
Infeksi pertama terdeteksi pada 13 Mei, menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Hingga kini, sumber pasti parasit belum diketahui. Francisco Diez-Gonzalez, Direktur Center for Food Safety di University of Georgia, menjelaskan bahwa Cyclospora sulit dideteksi karena keterbatasan teknologi pengurutan genetik dan gejala yang muncul beberapa minggu setelah terpapar. Penyelidikan FDA sempat mengarah ke Taylor Farms, pemasok selada iceberg dari Meksiko, yang kemudian menarik produknya. Namun, tes positif pada sampel selada ditarik kembali sebagai positif palsu. Diez-Gonzalez menyatakan, "Menemukan beberapa kista Cyclospora dalam sampel selada benar-benar seperti mencari jarum di tumpukan jerami." Ia juga mempertanyakan keputusan FDA mengumumkan hasil awal: "Apakah mereka memiliki bukti yang cukup kuat untuk mengumumkannya ke publik?"
Pada Selasa, Menteri Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr. menyatakan wabah "sudah terkendali," namun CDC melaporkan 4.173 kasus terkonfirmasi dan sekitar 7.400 kasus dalam penyelidikan, terutama dari Ohio dan Michigan.
Kisah Penderita Lain: Petani yang Terpaksa Jongkok di Ladang
Brian Clare, petani gandum dan peternak sapi berusia 52 tahun, meyakini dirinya terinfeksi setelah mengonsumsi raspberi. Ia mengalami gejala selama lebih dari tiga pekan, termasuk sakit perut parah dan sering terbangun malam hari. "Ini adalah hal paling menyakitkan yang pernah saya alami seumur hidup," katanya. Ia harus membawa tisu toilet saat mengendarai traktor dan jongkok di tengah ladang jika mendesak. "Saat merasa harus pergi ke toilet, Anda punya waktu kurang dari dua menit. Apa pun yang terjadi, itu akan keluar." Clare belum mencari bantuan medis karena tidak punya waktu dan asuransi kesehatan yang memadai. Ia kini mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi, dan bertekad tidak akan pernah membeli raspberi di toko lagi. "Pengalaman ini benar-benar menyiksa."
Wabah ini menyoroti tantangan deteksi patogen dan pentingnya kepercayaan publik terhadap informasi resmi. Diez-Gonzalez menekankan bahwa kehati-hatian dalam pengujian sangat penting karena inkonsistensi berisiko membuat konsumen ragu dan tidak percaya pada pihak berwenang.



