Nanik S Deyang resmi mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah menjabat selama 45 hari. Keputusan ini diambil karena ia harus menjalani pengobatan jantung. Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan, yang mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014, memberikan pandangannya tentang sosok Nanik.
Pengabdian untuk Rakyat
Dirgayuza menyatakan bahwa Nanik tidak pernah berubah dalam hal membela rakyat. Ia aktif mengungkap kasus ketidakadilan, seperti kasus BMI Wilfrida Soik yang dibela dari ancaman hukuman mati di Malaysia. Nanik juga mengusulkan program becak listrik untuk para pengayuh becak lanjut usia. "Bu Nanik adalah sosok yang mengungkap kasus BMI Wilfrida Soik kepada Pak Prabowo, hingga kemudian Wilfrida dibela dari ancaman hukuman mati di Malaysia. Bu Nanik pula yang mengusulkan program becak listrik untuk para pengayuh becak lanjut usia," kata Dirgayuza pada Rabu, 22 Juli 2026.
Dampak MBG bagi Ekonomi Rakyat
Selama memimpin BGN, Nanik menyaksikan langsung bagaimana program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghidupkan ekonomi rakyat. Ketika program berhenti selama tiga minggu libur sekolah, petani dan peternak mengeluh karena hasil produksinya tidak terserap. Pedagang pasar terpaksa membuang sayur dan buah karena kehilangan pembeli. "Dari sana terlihat bahwa satu porsi MBG bukan hanya mengisi perut seorang anak. Di belakang MBG ada penghasilan petani, peternak, nelayan, pedagang, koperasi, UMKM, dan keluarga-keluarga Indonesia," tutur Dirgayuza.
Gebrakan di BGN
Dalam waktu singkat, Nanik berhasil membongkar berbagai masalah di BGN. Sebanyak 3.000 dapur telah diberikan klasifikasi A, B, dan C berdasarkan standar kualitas dan keamanan pangan. Ekspansi dapur baru di wilayah yang sudah padat dihentikan sementara, kecuali di kawasan 3T. BGN juga mengevaluasi hampir 28.000 SPPG yang telah beroperasi dan menemukan 414 SPPG yang belum beroperasi tetapi telah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda. "Ratusan miliar rupiah dikembalikan ke kas negara," tegas Dirgayuza.
Pengawasan Berlanjut
Meskipun sudah tidak menjabat, Presiden Prabowo meminta Nanik tetap mengawasi BGN. Dirgayuza mengutip gurauan Nanik bahwa ia tidak sabar untuk kembali bisa 'mencereweti' dan 'menjewer' jika ada yang menyimpang. "Begitulah Bu Nanik. Bahkan ketika sedang sakit, yang dipikirkannya tetap pekerjaan, presiden, rakyat, dan anak-anak Indonesia," tutup Dirgayuza.



