Pramono Ungkap Pengangguran Jakarta Turun ke 6,03%, 5,2 Juta Warga Bekerja
Pengangguran Jakarta Turun 6,03%, 5,2 Juta Bekerja

Penurunan Pengangguran Jakarta: TPT Capai 6,03%

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kondisi ketenagakerjaan di ibu kota terus membaik pada semester pertama tahun 2026. Dalam acara Jakarta Budget Talks di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7/2026), ia mengungkapkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jakarta berhasil turun menjadi 6,03 persen.

Pramono menjelaskan bahwa saat ini jumlah penduduk yang bekerja mencapai 5,2 juta orang. Angka ini meningkat sebesar 62,18 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya. "Di sektor ketenagakerjaan tingkat partisipasi angkatan kerja menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2026 tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat 0,08 poin year on year menjadi 65,48 persen dengan jumlah penduduk bekerja bertambah 62,18 ribu orang menjadi 5,2 juta orang bekerja di Jakarta," kata Pramono.

Penurunan TPT dan Dukungan Program Pemprov

Selain bertambahnya jumlah pekerja, tingkat pengangguran di Jakarta juga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. "Perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari tingkat pengangguran terbuka di Jakarta menurun 0,15 poin menjadi 6,03 persen pada Februari 2026," ujarnya. Penurunan ini didukung oleh berbagai program yang dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pramono mencontohkan program padat karya yang telah membuka 2.843 lowongan kerja di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Program ini menjadi salah satu upaya konkret dalam menekan angka pengangguran.

Program Magang dan Pelatihan Tenaga Kerja

Pemprov DKI juga menjalankan program magang bagi lulusan SMA atau sederajat. Hingga semester I 2026, sebanyak 1.000 lulusan telah mengikuti program tersebut dengan melibatkan 107 perusahaan. Selain itu, pelatihan reguler diadakan dan diikuti oleh 630 peserta. Melalui program Mobile Training Unit (MTU), pelatihan telah diberikan kepada 2.731 peserta di berbagai wilayah Jakarta.

Pramono menilai capaian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta tidak hanya tercermin dari indikator makro, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat. "Peningkatan kesempatan kerja dalam kondisi ekonomi yang seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta alhamdulillah menjadi semakin sehat, inklusif, dan itu tercermin dari angka-angka makro tetapi juga menghadirkan peluang kerja, peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta," tuturnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga