Perdana Menteri (PM) Inggris yang baru dilantik, Andy Burnham, menyetujui penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat untuk serangan defensif terhadap Iran. Keputusan ini merupakan kelanjutan dari kebijakan pendahulunya, mantan PM Keir Starmer.
Latar Belakang Keputusan
Sebelumnya, Starmer memimpin pertemuan para menteri dan pejabat senior pada hari Jumat lalu untuk membahas kebijakan Inggris setelah dimulainya kembali serangan AS terhadap Iran awal bulan ini. Para menteri dalam pertemuan itu memutuskan untuk melanjutkan kebijakan yang ada, bahwa pangkalan militer di Diego Garcia di Samudra Hindia dan RAF Fairford di Gloucestershire, Inggris dapat digunakan oleh pesawat-pesawat AS yang melakukan misi yang bertujuan untuk melawan ancaman rudal Iran dan situs-situs yang digunakan untuk menargetkan Selat Hormuz.
Persetujuan Burnham
Menurut sumber-sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, Burnham, yang resmi menjadi perdana menteri pada hari Senin lalu, diberitahu tentang pembicaraan tersebut dan menyetujui keputusan yang diambil. Sumber-sumber tersebut menyatakan bahwa Burnham akan melanjutkan kebijakan pemerintah sebelumnya terkait persetujuan pangkalan-pangkalan Inggris untuk serangan-serangan AS yang disebut sebagai serangan defensif. Ini berarti pangkalan-pangkalan Inggris kemungkinan akan digunakan untuk beberapa operasi Amerika saat ini.
Kronologi Serangan
Keputusan tersebut muncul setelah hari ke-10 serangan AS ke Iran. Komando Pusat AS mengatakan telah menargetkan pusat komando militer Iran, lokasi peluncuran, dan pertahanan udara dalam serangan terbaru AS pada hari Selasa (21/7) waktu setempat.
Kritik yang Dihadapi
Burnham kemungkinan akan menghadapi kritik dari Partai Hijau sayap kiri dan Partai Liberal Demokrat, yang keduanya menentang penggunaan pangkalan-pangkalan tersebut. Alasannya, menurut pandangan mereka, hal itu membuat Inggris terlibat dalam kejahatan perang.



