Gebrakan Nanik S Deyang 45 Hari Menjabat Kepala BGN Sebelum Mundur
Nanik S Deyang 45 Hari Pimpin BGN, Ini Terobosannya

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya setelah menjabat selama satu setengah bulan. Meski masa kepemimpinannya singkat, ia telah melakukan sejumlah terobosan untuk meletakkan dasar perbaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depan. Hal ini diungkapkan Nanik melalui unggahan di akun Facebooknya pada Rabu (22/7/2026).

Langkah Awal Nanik di BGN

Nanik menyatakan bahwa ia telah mengganti lima pejabat eselon satu yang berasal dari lima kementerian dan lembaga, yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kejaksaan. "Dengan diambil dari berbagai kementerian dan lembaga maka ke depan BGN akan diisi oleh orang-orang profesional di bidangnya," kata Nanik.

Selain itu, Nanik membentuk 11 tim untuk melakukan reformasi total di BGN. Salah satunya adalah tim refocusing yang bertugas memastikan 62 juta lebih penerima manfaat program MBG tepat sasaran. "Pak presiden sudah menyetujui agar program MBG lebih ditujukan ke 3B (Balita, Busui dan Bumil), anak-anak SD-SMP serta siswa semua tingkatan sekolah di kawasan 3T," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Evaluasi SPPG dan Temuan 414 Fiktif

Nanik juga membentuk tim evaluasi untuk 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah operasional. Tim ini bertugas memastikan SPPG beroperasi sesuai petunjuk teknis. "Ada juga tim evaluasi untuk 27.877 SPPG yang sudah operasional, karena tidak semua SPPG memenuhi syarat sesuai petunjuk teknis," tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan mengungkapkan bahwa selama kepemimpinan Nanik, sebanyak 3.000 dapur telah diberikan klasifikasi A, B, dan C berdasarkan standar kualitas dan keamanan pangan. BGN mengevaluasi hampir 28.000 SPPG dan menemukan 414 SPPG yang belum beroperasi tetapi telah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda. "Ratusan miliar rupiah dikembalikan ke kas negara," tegas Dirgayuza.

Fokus pada Kawasan 3T

Nanik juga membentuk tim program MBG di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Tujuannya agar anak-anak di wilayah tersebut juga dapat merasakan fasilitas negara seperti di wilayah lain. "Kemudian juga ada tim program MBG di kawasan 3T yang sebagian besar masih sulit dijangkau dengan transportasi umum. Ada juga tim efisiensi dll," tutup Nanik.

Langkah-langkah ini dilakukan Nanik meskipun ia hanya menjabat selama 45 hari. Ia mengundurkan diri dengan alasan kesehatan, namun warisan reformasi yang ditinggalkannya diharapkan dapat menjadi fondasi bagi perbaikan program MBG ke depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga