Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah meningkatkan respons dalam penanganan bencana. Permintaan itu disampaikan saat menghadiri pelantikan kepengurusan PMI Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2026-2031, Jumat (31/7/2026). Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla melantik Ahmad Luthfi sebagai Pelindung PMI Jawa Tengah, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen sebagai Ketua Dewan Kehormatan, dan anggota DPR RI Haryanto sebagai Ketua PMI Jawa Tengah.
Menurut Ahmad Luthfi, Jawa Tengah memiliki keragaman ancaman bencana, mulai dari banjir, rob, tanah longsor, erupsi gunung api, hingga kekeringan. Ia menyebut provinsi ini sebagai "minimarket bencana" karena hampir semua jenis bencana dapat terjadi di wilayah tersebut. Karena itu, PMI dituntut hadir sebagai tulang punggung dalam kegiatan kemanusiaan dan penanganan bencana.
Jawa Tengah Minimarket Bencana
"Jawa Tengah merupakan 'minimarket' bencana, mulai dari banjir, rob, tanah longsor, gunung meletus, dan lain sebagainya. Maka, tugas Palang Merah Indonesia adalah sebagai backbone (tulang punggung) untuk kegiatan kemanusiaan dan penanganan bencana di wilayah kita," ujar Luthfi dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (3/8/2026).
Luthfi menegaskan peran PMI tidak hanya berkaitan dengan pelayanan donor darah. Organisasi kemanusiaan itu juga harus hadir dalam berbagai kondisi darurat, mulai dari menyiapkan dapur umum, memberikan pertolongan awal, hingga menangani masyarakat terdampak bencana.
Pengurus Baru Didorong Perkuat Quick Response
Dengan kepengurusan baru, Luthfi berharap PMI Jawa Tengah mampu memperkuat quick response atau penanganan cepat dalam setiap kejadian bencana. Ia juga mendorong lahirnya berbagai terobosan kreatif dalam penanganan bencana, mulai dari tahap prabencana, saat bencana, hingga pascabencana. Selama ini, PMI Jawa Tengah dinilai telah menunjukkan peran sebagai salah satu kekuatan utama membantu pemerintah menangani persoalan kemanusiaan.
Sementara itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menegaskan bahwa tugas utama PMI adalah mengurangi penderitaan masyarakat, baik akibat bencana alam maupun peristiwa yang disebabkan oleh manusia. Seluruh unsur PMI harus selalu siaga dan mampu bergerak cepat.
Kesiapsiagaan dan Logistik Kunci
Menurut Jusuf Kalla, kesiapsiagaan menjadi hal penting mengingat Indonesia berada di kawasan rawan bencana. Relawan sebagai ujung tombak PMI perlu dibekali pelatihan yang memadai serta didukung logistik dan peralatan yang memadai. Ia menambahkan, kerja kemanusiaan PMI sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha. Kepercayaan tersebut harus dijaga dengan memberikan pelayanan terbaik kepada siapa pun yang membutuhkan.
Terkait kekeringan akibat El Nino, Jusuf Kalla menyebut dampaknya tidak hanya mengancam produksi tanaman, tetapi juga menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh air bersih. PMI telah menyiapkan sekitar 200 truk tangki untuk membantu wilayah-wilayah terdampak di Indonesia.
Operasi Bantuan Air Bersih di Jateng
Ketua PMI Jawa Tengah Haryanto melaporkan, operasi kemanusiaan untuk menangani kekeringan telah dilakukan di 14 kabupaten/kota. Sebanyak 2,2 juta liter air bersih telah didistribusikan melalui 433 kali pengiriman menggunakan 18 truk tangki. Bantuan tersebut menjangkau 88 desa di 48 kecamatan dengan penerima manfaat mencapai 109.317 jiwa.
Namun, Haryanto mengakui distribusi masih menghadapi kendala karena belum seluruh PMI kabupaten/kota memiliki truk tangki. Usai dilantik, ia mengatakan pihaknya bersama jajaran pengurus akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan, mulai dari penanggulangan bencana, bidang sosial, kesehatan, pembinaan generasi muda dan relawan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Sinergi Lintas Daerah
Pelantikan tersebut juga dihadiri jajaran pengurus PMI Pusat, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo, Ketua PMI Daerah Istimewa Yogyakarta Gusti Prabu Kusumo, Ketua PMI Jawa Barat Adang Rohjana, Wakil Ketua PMI DKI Jakarta Eko Wicaksono, serta perwakilan PMI Banten. Kehadiran para pimpinan PMI daerah ini memperlihatkan komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi kemanusiaan lintas provinsi.
Dengan organisasi yang baru, PMI Jawa Tengah diharapkan semakin responsif dan adaptif menghadapi dinamika bencana. Penguatan kapasitas relawan, perbaikan logistik, serta kerja sama dengan pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci agar bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara cepat dan tepat.



