Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mencabut izin siaran televisi-televisi AS yang menolak menayangkan pidato terbarunya tentang keamanan pemilu. Ancaman itu dilontarkan setelah NBC, ABC News, dan CNN memutuskan untuk tidak menyiarkan langsung pidato Trump pada Kamis (16/7) malam waktu setempat.
Trump Tuding Media Terlibat Konspirasi
Dalam pidato yang disampaikan dari Gedung Putih, Trump menuduh jaringan televisi tersebut bagian dari konspirasi untuk mencurangi pemilu. "Mereka dan pihak media lainnya merupakan bagian dari sebuah konspirasi. Kecurangan seperti ini seharusnya berujung pada pencabutan lisensi mereka," kata Trump, seperti dilansir AFP, Jumat (17/7/2026).
Trump secara khusus menyebut NBC dan ABC sebagai "media penyebar berita palsu" yang menolak meliput pidatonya. "Dalam langkah yang tergolong langka, NBC dan ABC media penyebar berita palsu sama-sama mengatakan mereka tidak akan meliput pidato ini," ujarnya.
Alasan Media Tidak Menyiarkan
Juru bicara ABC News menyatakan bahwa pidato Trump hanya ditayangkan melalui platform streaming ABC News Live dan ABC News Radio, bukan di saluran siaran utama. NBC menayangkan pidato via layanan streaming gratis NBC News NOW, namun tidak di saluran utama. CNN, dalam pernyataannya, memantau pidato untuk pemberitaan dan menayangkannya di situs web serta CNN All Access, saluran streaming berbayar.
Menurut para pakar, jaringan penyiaran memiliki hak luas berdasarkan Amandemen Pertama Konstitusi AS untuk menentukan konten siaran mereka. Namun secara historis, lembaga penyiaran biasanya menyiarkan pidato presiden karena dianggap penting bagi publik.
Trump Kembali Angkat Isu Kecurangan Pemilu 2020
Dalam pidatonya, Trump kembali mengungkit tuduhan kecurangan dalam pemilu 2020 yang dimenangkan Joe Biden. Lebih dari 60 gugatan hukum tidak menghasilkan putusan yang membuktikan kecurangan yang mampu mengubah hasil pemilu. Penghitungan ulang, audit, dan Departemen Kehakiman pada era Trump juga tidak menemukan bukti kecurangan.
Pidato ini disampaikan empat bulan menjelang pemilu sela November mendatang yang krusial. Trump menuduh jaringan televisi menggunakan gelombang siaran publik yang bernilai miliaran dolar tanpa biaya. "Mereka menggunakan gelombang siaran publik kita, yang bernilai miliar dolar, tanpa biaya sama sekali. Mereka tidak membayar sepeser pun," sebutnya.



