Surat Kabar Iran Rilis Daftar Target Pembalasan, Ada Trump dan Macron
Surat Kabar Iran Rilis Daftar Target Pembalasan, Ada Trump

Sebuah surat kabar konservatif Iran, Hamshahri, yang dikenal dengan nada provokatifnya, telah menerbitkan daftar orang-orang yang menjadi target pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Dalam daftar tersebut termasuk para pemimpin Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Eropa.

Serangan AS-Israel Tewaskan Khamenei

Serangan AS-Israel menewaskan Khamenei pada 28 Februari lalu, hari pertama perang Timur Tengah. Putranya sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, telah bersumpah untuk membalas dendam.

"Pembalasan dendam adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," kata Mojtaba pada hari Sabtu (11/7) lalu dalam pesan pertamanya sejak pemakaman ayahnya minggu ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Para penjahat ini, yang namanya tercantum dalam daftar, akan membawa ke liang kubur mereka keinginan untuk mati dengan tenang di tempat tidur mereka," imbuh Mojtaba, dilansir kantor berita AFP, Senin (13/7/2026).

Daftar 13 Pemimpin Asing

Surat kabar Hamshahri, yang diterbitkan oleh pemerintah di ibu kota Iran, Teheran, merilis infografis pada Sabtu malam yang menampilkan foto 13 pemimpin asing bersama dengan pernyataan Mojtaba tersebut. Dalam pesannya, Mojtaba mengatakan Iran telah menyusun daftar individu yang akan menjadi target. Namun, dia tidak menyebutkan nama, dan tidak ada indikasi bahwa daftar yang dimuat di surat kabar tersebut secara resmi didukung.

Infografis tersebut mencakup Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, di antara yang lainnya. Infografis tersebut tidak muncul dalam edisi cetak hari Minggu surat kabar tersebut.

Tokoh Lain dalam Daftar

Yang juga termasuk dalam daftar tersebut adalah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Selama perang, Iran menuduh negara-negara Eropa gagal mengutuk serangan di wilayahnya, dan terlibat dengan mengizinkan pesawat-pesawat militer AS terbang melalui wilayah udara mereka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga