Mahkamah Federal Tolak Banding Jaksa, Syed Saddiq Tetap Bebas
Mahkamah Federal Malaysia pada Senin (13/7/2026) memutuskan untuk menolak banding yang diajukan jaksa atas pembebasan Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang juga anggota parlemen dari Muar. Dengan keputusan mayoritas dua hakim berbanding satu, Syed Saddiq resmi terbebas dari seluruh tuntutan pidana yang menjeratnya.
Keputusan ini menguatkan putusan Pengadilan Banding yang sebelumnya secara bulat membebaskan Syed Saddiq pada 25 Juni lalu. Mahkamah Federal sebagai pengadilan tertinggi di Malaysia menolak upaya jaksa untuk membatalkan pembebasan tersebut, sehingga status bebas Syed Saddiq kini bersifat final.
Kasus Dana Armada Rp5,3 Miliar yang Menjerat Syed Saddiq
Syed Saddiq sebelumnya menghadapi empat dakwaan pidana, termasuk pelanggaran kepercayaan dalam jabatan, penyalahgunaan properti, dan pencucian uang yang terkait dengan dana Armada sebesar 1,2 juta Ringgit (setara Rp5,3 miliar). Armada merupakan sayap pemuda Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang dipimpin oleh Syed Saddiq sekitar enam tahun lalu, saat partai tersebut masih di bawah pimpinan mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.
Pada November 2023, Pengadilan Tinggi Malaysia menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara, dua kali hukuman cambuk, dan denda 10 juta Ringgit (Rp44,4 miliar) kepada Syed Saddiq. Vonis tersebut kemudian dibatalkan oleh Pengadilan Banding, dan kini dikuatkan oleh Mahkamah Federal.
Karier Politik Syed Saddiq: Dari Menpora Termuda Hingga Partai Muda
Syed Saddiq mencuat ke panggung politik nasional setelah kemenangan bersejarah koalisi Pakatan Harapan pada Pemilu 2018 yang mengalahkan mantan PM Najib Razak. Pada usia 25 tahun, ia dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, menjadikannya menteri termuda dalam sejarah Malaysia sejak kemerdekaan.
Namun, masa jabatannya berakhir pada 2020 setelah Mahathir mengundurkan diri sebagai perdana menteri akibat kegagalan kesepakatan dengan Anwar Ibrahim mengenai transisi kekuasaan. Mahathir dan Syed Saddiq kemudian dipecat dari PPBM, dan Syed Saddiq mendirikan Partai Muda pada tahun yang sama sebagai alternatif politik baru.
Pada Pemilu 2022, Syed Saddiq berhasil mempertahankan kursi parlemen untuk daerah pemilihan Muar, Johor, sebagai anggota Partai Muda. Kini, dengan terbebasnya ia dari jerat hukum, karier politiknya diprediksi akan kembali melesat.



