Rusia kembali melancarkan serangan rudal besar-besaran ke Ukraina dengan menggunakan rudal hipersonik canggih, Oreshnik. Serangan yang terjadi pada Minggu pagi waktu setempat ini menewaskan empat orang di ibu kota Ukraina, Kyiv.
Ancaman Serangan Besar-Besaran
Sebelum serangan terjadi, Rusia telah menyampaikan ancaman akan melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina. Hal ini dipicu oleh meningkatnya jumlah korban tewas akibat serangan terhadap sebuah perguruan tinggi dan asrama di wilayah yang dikuasai Rusia. Rusia mengklaim bahwa 18 orang tewas dalam insiden tersebut.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, kemudian mengungkapkan potensi serangan Rusia berdasarkan data intelijen. Ia menyebut bahwa Rusia akan menggunakan rudal Oreshnik dalam serangan tersebut. Rudal Oreshnik adalah senjata hipersonik yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
"Dinas intelijen kami melaporkan telah menerima data, termasuk dari mitra Amerika dan Eropa, tentang Rusia yang sedang mempersiapkan serangan dengan rudal Oreshnik," ujar Zelensky. Ia meminta warga untuk mencari tempat perlindungan. Peringatan serupa juga disampaikan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kyiv.
Serangan Rudal dan Drone ke Kyiv
Pada Minggu pagi, Rusia menghujani Kyiv dengan serangan rudal dan drone besar-besaran. Angkatan udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia menggunakan 600 drone dan 90 rudal dalam serangan tersebut. Beberapa ledakan keras terdengar di ibu kota sepanjang dini hari.
Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi bahwa dua orang tewas di ibu kota dan 56 lainnya terluka. Sementara itu, kepala wilayah Kyiv di sekitarnya melaporkan dua orang tewas dan sembilan luka-luka. Pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat 549 drone dan 55 rudal.
Zelensky menegaskan bahwa Rusia benar-benar menggunakan rudal hipersonik Oreshnik dalam serangan tersebut. Rudal Oreshnik diklaim mampu meluncur lebih dari 10 kali kecepatan suara dan hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat menghentikannya.
Dampak Serangan
"Tiga rudal Rusia menghantam fasilitas penyediaan air, sebuah pasar terbakar, puluhan bangunan tempat tinggal rusak, beberapa sekolah biasa, dan dia (Putin) meluncurkan 'Oreshnik'-nya ke Bila Tserkva (di Ukraina tengah)," kata Zelensky di Telegram. Ia menambahkan, "Mereka benar-benar gila."
Ledakan di ibu kota menyebabkan bangunan tempat tinggal di dekat distrik pemerintahan bergetar. Puluhan orang berlindung di stasiun metro bawah tanah di pusat kota. Serangan terhadap sebuah sekolah memicu kebakaran, sementara serangan lain terhadap pusat bisnis menyebabkan orang-orang terjebak di tempat perlindungan.
Pihak berwenang Ukraina melaporkan bahwa serangan Rusia juga melukai 11 orang di wilayah Cherkasy dan tujuh orang di wilayah Dnipropetrovsk. Serangan ini merupakan yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir dan menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meningkat.



