Teror Bom Guncang MPLS di SDN 15 Srengseng Sawah, Jaksel
Teror Bom Guncang MPLS di SDN 15 Srengseng Sawah

Hari pertama masuk sekolah yang seharusnya berlangsung menyenangkan berubah menjadi kepanikan di Sekolah Dasar Negeri 15 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Teror bom mengguncang kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (12/7/2026) pagi, saat para siswa sudah berkumpul di lokasi.

Kronologi Kejadian

Para siswa telah datang dan mengikuti kegiatan MPLS seperti biasa. Namun, tiba-tiba para guru menerima ancaman dari orang yang tidak dikenal. Ancaman tersebut berisi informasi mengenai adanya bom di lingkungan sekolah, yang langsung memicu kepanikan. Pihak sekolah segera mengambil langkah evakuasi dan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang.

Menurut keterangan salah satu guru yang enggan disebutkan namanya, "Kami menerima telepon dari nomor tidak dikenal yang mengatakan bahwa ada bom yang dipasang di area sekolah. Kami langsung meminta semua siswa untuk keluar dari gedung dan berkumpul di lapangan."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Respons Pihak Berwenang

Petugas kepolisian dari Polsek Jagakarsa tiba di lokasi tidak lama setelah laporan diterima. Tim Gegana dan unit penjinak bom (Jihandak) dikerahkan untuk melakukan penyisiran di seluruh area sekolah. Proses evakuasi berlangsung tertib meskipun sempat terjadi kepanikan di kalangan siswa dan orang tua yang datang menjemput.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Andi Surya, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku teror. "Kami belum bisa memastikan motif di balik ancaman ini. Namun, kami akan bekerja keras untuk menangkap pelaku dan memastikan keamanan lingkungan sekolah," ujarnya.

Dampak pada Kegiatan Belajar

Akibat insiden ini, kegiatan MPLS di SDN 15 Srengseng Sawah dihentikan sementara. Seluruh siswa dipulangkan lebih awal setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Pihak sekolah berencana untuk melanjutkan MPLS pada hari berikutnya setelah situasi dinyatakan aman oleh aparat keamanan.

Orang tua siswa yang datang ke sekolah mengungkapkan kekhawatiran mereka. Salah seorang wali murid, Rina, mengatakan, "Saya sangat khawatir dengan keselamatan anak saya. Semoga pelaku segera ditangkap dan kejadian serupa tidak terulang lagi."

Penyelidikan Lebih Lanjut

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk guru dan petugas keamanan sekolah. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas teror ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga