Rusia Gempur Ukraina: 13 Tewas, 50 Luka dalam Serangan Terbaru
Rusia Gempur Ukraina: 13 Tewas, 50 Luka

Serangan Rusia di Ukraina pada Rabu (15/7/2026) waktu setempat menewaskan 13 orang dan melukai sekitar 50 orang. Serangan ini menargetkan fasilitas industri dan medis di kota pelabuhan Laut Hitam, Odesa, serta kota Sumy yang dekat perbatasan Rusia.

Korban di Sumy dan Odesa

Gubernur Sumy, Oleg Grygorov, menyatakan bahwa musuh meluncurkan enam bom udara berpemandu. "Tiga orang tewas dan 17 lainnya terluka," ujarnya. Di antara korban tewas terdapat seorang wanita dan seorang pria. Satu orang lainnya mengalami luka sangat parah sehingga jenis kelaminnya belum dapat ditentukan.

Sementara itu, Odesa telah mengalami serangan drone dan rudal selama beberapa hari terakhir. Gubernur Oleg Kiper melaporkan, "Serangan gabungan rudal dan drone besar-besaran di wilayah Odesa telah berlangsung selama lima hari berturut-turut." Tiga orang tewas dan setidaknya delapan lainnya terluka di Odesa.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban di Wilayah Lain

Otoritas Ukraina mencatat satu kematian lagi di wilayah Mykolaiv, Ukraina selatan, serta tiga kematian di Ukraina timur: satu di Kryvyi Rih dan dua di Donetsk yang hampir seluruhnya diduduki pasukan Rusia. Di wilayah Zaporizhzhia, selatan Ukraina, serangan Rusia menewaskan tiga orang dan melukai 15 orang, demikian dilaporkan layanan penyelamatan melalui Telegram.

Eskalasi Serangan dan Korban Sipil

Lebih dari empat tahun setelah invasi Rusia, serangan dari kedua belah pihak meningkat dalam beberapa bulan terakhir, menyebabkan semakin banyak korban sipil. Menurut PBB, Juni 2026 merupakan bulan paling mematikan bagi warga sipil di Ukraina sejak April 2022. Rusia telah mengintensifkan gempuran terhadap daerah perkotaan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga