Penembakan Imigran oleh ICE di Maine AS Tewaskan Pria Kolombia
Penembakan Imigran oleh ICE di Maine Tewaskan Pria Kolombia

Seorang pria berusia 26 tahun asal Kolombia tewas dalam insiden penembakan yang melibatkan agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Kota Biddeford, Maine, Amerika Serikat, pada Senin (14/7/2026). Peristiwa ini menambah daftar panjang korban tewas akibat operasi penegakan imigrasi federal sejak Presiden Donald Trump memperketat kebijakan imigrasinya.

Kronologi Penembakan di Biddeford

Ketua DPR Negara Bagian Maine, Ryan Fecteau, mengonfirmasi kejadian tersebut melalui unggahan di Facebook. "Pagi ini terjadi penembakan di Biddeford. Satu orang tewas. ICE terlibat," tulis Fecteau. Kepolisian Biddeford menolak memberikan keterangan lebih lanjut dan mengarahkan pertanyaan kepada ICE yang hingga kini belum memberikan tanggapan resmi. Biro Investigasi Federal (FBI) telah mengirim personel ke lokasi untuk membantu penyelidikan, namun belum mengungkapkan rincian kronologi maupun identitas korban.

Senator Maine, Angus King, mengungkapkan bahwa Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, memberitahunya bahwa agen ICE melepaskan tembakan setelah seorang lelaki yang menjadi target deportasi diduga berusaha menggunakan mobilnya untuk menyerang petugas. King menambahkan bahwa para agen yang terlibat tidak menggunakan kamera perekam yang terpasang di seragam mereka saat insiden, sehingga tidak ada rekaman visual dari kejadian tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Seorang saksi mata, Lucas Scott, mengatakan kepada media lokal bahwa ia mendengar empat kali tembakan setelah sejumlah agen ICE mengepung sebuah mobil berwarna putih. Menurut kelompok advokasi hak imigran "Maine Immigrants' Rights Coalition and Presente!", korban adalah seorang pria berusia 26 tahun asal Kolombia yang memiliki izin kerja resmi di AS serta terdaftar dengan nomor Jaminan Sosial.

Reaksi Aktivis dan Pemerintah Negara Bagian

Aktivis pembela hak imigran Project Relief mengonfirmasi bahwa salah satu anggota komunitas mereka tewas dalam insiden tersebut. Melalui media sosial, organisasi itu menyatakan telah berkomunikasi dengan keluarga korban. "Ini adalah seorang anak muda yang hidupnya berakhir terlalu cepat," tulis Project Relief, sambil menyerukan agar kasus tersebut diusut dan keluarga korban mendapat dukungan.

Gubernur Maine Janet Mills mengatakan telah menerima laporan mengenai penembakan yang melibatkan aparat penegak hukum federal. Ia menambahkan bahwa otoritas negara bagian kini bekerja sama dengan pemerintah federal untuk menyelidiki kronologi insiden tersebut.

Meningkatnya Operasi Penindakan Imigrasi Trump

Penembakan di Maine terjadi hanya beberapa hari setelah agen ICE menembak seorang lelaki saat pemeriksaan kendaraan di Texas. Pejabat setempat kemudian menyatakan lelaki tersebut bukan target utama dalam operasi tersebut. Jika korban di Maine tewas akibat tembakan agen ICE, insiden ini akan menjadi kematian kesembilan yang terkait dengan operasi aparat imigrasi federal sejak Presiden Donald Trump memperketat kebijakan imigrasinya. Kasus itu juga termasuk penembakan terhadap Alex Pretti dan Renee Good di Minnesota, yang juga tewas dalam insiden yang melibatkan aparat federal terkait penegakan imigrasi.

Sejak awal Juni 2026, penangkapan yang dilakukan ICE di Maine telah meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi sekitar 70 kasus per hari pada awal Juli. Statistik tersebut merupakan data internal ICE yang dibagikan kepada kantor berita Reuters oleh sebuah sumber.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga