Masjidil Haram Mulai Sepi Usai Jutaan Jemaah Haji ke Arafah
Makkah, CNN Indonesia -- Suasana Masjidil Haram mulai terlihat sepi sejak Senin (25/5) petang. Ribuan jemaah haji yang sebelumnya membanjiri masjid suci di Makkah selama beberapa hari terakhir mulai berkurang drastis. Hal ini terjadi setelah jutaan jemaah haji, termasuk lebih dari 200 ribu jemaah asal Indonesia, secara bergelombang berangkat dan berkumpul di Padang Arafah untuk mengikuti wukuf, puncak ibadah haji tahun 2026.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap dari hotel masing-masing menuju Arafah sejak Senin, bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Pemberangkatan ini merupakan bagian dari rangkaian puncak ibadah haji yang harus dijalani oleh setiap jemaah.
Pemberangkatan Bertahap ke Arafah
Kemenhaj melaporkan bahwa pergerakan jemaah menuju Arafah dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu pada pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. Jemaah diimbau untuk mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak bergerak sendiri, tidak mendahului rombongan, dan selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah. Hal ini bertujuan agar seluruh proses berjalan tertib dan aman.
Pemerintah Indonesia juga telah menyiagakan pos kesehatan saat puncak haji, terutama di Arafah dan Mina, demi memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal. Juru Bicara Kemenhaj, Maria Ulfa Assegaf, menyatakan, "Kami menyiagakan masing-masing satu pos kesehatan Indonesia di Arafah dan di Mina untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna."
Kesiapan Satgas dan Layanan Kesehatan
Maria menjelaskan bahwa sebanyak 657 petugas Satgas Arafah telah ditempatkan di berbagai titik layanan untuk mendukung kelancaran operasional. Dengan kesiapan ini, diharapkan seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan dengan lancar dan jemaah mendapatkan pelayanan terbaik.
Cuaca di Makkah dan Arafah diprediksi mencapai suhu hingga 47 derajat Celcius selama puncak haji. Oleh karena itu, jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik dan mengikuti arahan petugas agar terhindar dari risiko kesehatan.



