Kapolri Serap Aspirasi Ojol dan Pecalang, Dorong Optimalisasi Layanan 110
Kapolri Serap Aspirasi Ojol dan Pecalang di Bali

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar silaturahmi dengan komunitas ojek online (ojol) dan Pecalang di Bali pada Kamis, 16 Juli 2026. Acara bertajuk 'Sabuk Kamtibmas' ini digelar di Cafe B-Lounge, Badung, dan dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi, keluh kesah, serta masukan terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dialog Langsung dengan Akar Rumput

Jenderal Sigit membuka ruang dialog dengan menyatakan keinginannya mendengar langsung kondisi di lapangan. "Saya ingin mendengarkan langsung situasi dan kondisi, khususnya terkait keamanan serta pasca-penyesuaian tarif ojek online, maupun hal-hal lain yang bisa kita sampaikan untuk menjadi bahan evaluasi bersama," ujarnya. Ia menekankan pentingnya masukan dari akar rumput bagi jajarannya.

Keluhan Ojol: Parkir Liar dan Keamanan Malam

Perwakilan pengemudi ojol menyampaikan sejumlah persoalan riil. Perwakilan Grab mengeluhkan parkir liar tanpa karcis yang menyulitkan klaim reimburse di aplikasi. "Ada oknum juru parkir yang mengatasnamakan banjar tanpa memberikan karcis, padahal aplikasi mewajibkan adanya karcis sebagai bukti untuk penggantian biaya parkir. Bagaimana jika para pengemudi ojol dapat bekerja sama sehingga parkir dapat digratiskan apabila tidak diberikan karcis?" tuturnya. Selain itu, pengemudi ojol kerap diusir saat menurunkan penumpang di kawasan ramai seperti Petitenget, padahal hanya butuh waktu sekitar lima menit.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sementara itu, perwakilan Gojek menyoroti kerawanan malam hari. "Kami berharap ada peningkatan rasa aman pada malam hari, khususnya di jalur Bypass dan kawasan Canggu, mengingat masih adanya kasus penjambretan," ungkapnya.

Pecalang Siap Bersinergi

Ketua Manggala Pecalang, Wayan Suarya, menyampaikan rasa bangga atas kesempatan bertatap muka dengan Kapolri. Ia menegaskan kesiapan puluhan ribu anggotanya untuk menjaga Bali. "Yakinlah bahwa pecalang siap kapan saja di seluruh desa adat melalui koordinasi dengan Kapolsek dan Dirbinmas. Keberadaan pecalang telah ada sejak sebelum kemerdekaan dan benar-benar menjadi bagian dari perjuangan masyarakat," kata Wayan. Ia menjabarkan kekuatan Pecalang saat ini mencapai lebih dari 27.000 orang di seluruh Bali, yang sangat strategis untuk mempercepat komunikasi keamanan.

Pihak Manggala Pecalang juga menambahkan bahwa sinergi antara Polri, Pecalang, dan Imigrasi sejauh ini berjalan efektif untuk mengatasi kriminalitas yang melibatkan warga negara asing (WNA).

Solusi Konkret dari Kapolri

Menanggapi keluhan, Jenderal Sigit memberikan solusi konkret. Terkait parkir tanpa karcis, Kapolri meminta Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya untuk segera memimpin pembahasan guna mencapai kesepakatan bersama pihak banjar dan pengelola aplikasi. "Saran saya, mekanismenya diresmikan sehingga biaya parkir dapat direimburse melalui aplikasi," ujar Kapolri.

Untuk masalah kerawanan kamtibmas seperti penjambretan, Kapolri mengajak masyarakat dan ojol memaksimalkan layanan pengaduan Polri, yakni 110. "Kami juga sedang mendorong optimalisasi layanan 110. Apabila terjadi pencurian, penjambretan, atau tindak pidana lainnya, masyarakat dapat langsung terhubung dengan anggota Polri. Sebaliknya, apabila ada kejadian apa pun di jalan, layanan ini dapat dimanfaatkan sehingga anggota Polri dapat segera turun ke lapangan," jelas Jenderal Sigit.

Apresiasi dan Harapan untuk Bali

Menutup sesi dialog, Kapolri menyampaikan apresiasi atas kolaborasi 13.000 personel Polda Bali dan lebih dari 27.000 anggota Pecalang adat. Ia mengingatkan bahwa reputasi Bali sebagai destinasi wisata dunia bergantung pada sinergi seluruh elemen. "Keramahan, kebersihan dan keamanan merupakan kunci untuk menjadi tujuan destinasi dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Masalah sampah saat ini menjadi PR bersama dan bagaimana kita mewujudkan waste to energy," papar Jenderal Sigit. "Mari kita sama-sama jaga Bali agar terus menjadi destinasi wisata utama dan dapat bersaing dengan negara lain," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga