Ketegangan antara Filipina dan China di perairan Laut China Selatan kembali memanas. Manila menuduh kapal Penjaga Pantai Beijing mengganggu kapal-kapal yang mengangkut pasokan logistik bagi nelayan Filipina di dekat terumbu karang yang disengketakan, Scarborough Shoal. Insiden ini terjadi pada Kamis (23/7/2026), beberapa jam sebelum Manila menjadi tuan rumah forum keamanan regional yang dihadiri para diplomat top, termasuk dari China dan Amerika Serikat.
Kronologi Insiden
Otoritas Penjaga Pantai Filipina melaporkan bahwa sebuah kapal Penjaga Pantai China berlayar mendekat hingga jarak 50 meter dari kapal BRP Datu Dumangsil dan menembakkan meriam air ke arah kapal tersebut selama dua menit. Setengah jam kemudian, sebuah kapal Penjaga Pantai China lainnya melintas dalam jarak 500 meter di depan haluan kapal BRP Datu Paiburong, yang disebut otoritas Manila sebagai "manuver berbahaya".
BRP Datu Dumangsil dan BRP Datu Paiburong merupakan kapal pasokan untuk nelayan dan kapal patroli sipil yang dioperasikan oleh Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan (BFAR) pemerintah Filipina. Menurut seorang pejabat Penjaga Pantai Filipina, tidak ada satu pun kapal Manila yang tertabrak dan kapal-kapal itu tetap melanjutkan misi mereka untuk memasok bahan bakar bagi para nelayan Filipina di perairan tersebut.
Tanggapan China
Dalam tanggapannya, juru bicara Otoritas Penjaga Pantai China, Jiang Lue, balik menuduh kapal-kapal Filipina tersebut telah "menerobos masuk ke wilayah perairan yurisdiksi Pulau Huangyan milik China meskipun telah ada... upaya pencegahan dan peringatan berulang kali". Jiang menambahkan, "Penjaga Pantai China mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk melacak, memantau, menghalangi, dan mengendalikan kapal-kapal Filipina tersebut sesuai dengan hukum, dan mengusir mereka."
Latar Belakang Konflik
Scarborough Shoal merupakan formasi terumbu karang yang kaya akan ikan, terletak 240 kilometer dari pulau utama Filipina, Luzon, dan berjarak ratusan kilometer dari daratan utama China. Beijing mengklaim sebagian besar perairan Laut China Selatan, termasuk terumbu karang tersebut, meskipun ada putusan internasional yang menyatakan bahwa klaim China tidak memiliki dasar hukum.
Insiden ini merupakan yang kedua dalam empat hari terakhir setelah situasi relatif tenang beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pada Senin (20/7), militer Filipina menuduh personel Penjaga Pantai China memukul seorang pelaut Manila menggunakan tongkat di dekat Second Thomas Shoal yang disengketakan. Beijing menuduh Manila yang memicu insiden tersebut.



