Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Pol Fadil Imran merespons pemasangan pagar tinggi yang dilakukan sejumlah mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta. Dalam pernyataannya, ia memastikan situasi keamanan di Indonesia tetap kondusif dan belum ada indikasi gangguan yang menonjol.
"Sampai hari ini, berdasarkan data daily operating reporting system, itu tidak ada hal yang menonjol, tidak ada," kata Fadil di Jakarta, Sabtu pekan lalu.
Menurut Fadil, pemasangan pagar oleh pemilik properti merupakan hal yang wajar. Ia pun meminta masyarakat tidak mudah terpancing oleh narasi yang menyebut akan terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di bulan Agustus 2026. "Saya kira orang pagari rumahnya kan biasa. Jangan kemudian dibangun narasi seolah-olah kalau bangun pagar akan terjadi sesuatu. Saya kira tidak seperti itu tafsir dan terjemahannya," ucapnya.
Pagar mal dan kesiapan aparat keamanan
Dalam sepekan terakhir, sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dilaporkan memasang pagar tinggi di sekeliling area mereka. Langkah ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, terutama karena bertepatan dengan momen-momen yang kerap diwarnai aksi unjuk rasa. Fadil menegaskan bahwa tidak ada antisipasi khusus yang disiapkan aparat memasuki bulan Agustus karena kepolisian setiap hari bersiaga.
"Setiap hari kami jaga terus. Brimob siaga, Sabhara siaga. Jadi tidak ada (antisipasi khusus), biasa saja, semua kita siaga selalu," tuturnya.
Jenderal bintang tiga tersebut menjelaskan bahwa data harian dari sistem pelaporan operasional kepolisian menjadi dasar penilaian kondisi keamanan. Hingga saat ini, tidak ada catatan kejadian yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
Pramono Anung: Keamanan Jakarta terjamin
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga bereaksi terhadap fenomena pagar tersebut. Ia mengaku telah mengamati perkembangan yang ada dan menilai kekhawatiran pengelola bisa dimaklumi. Namun, Pramono meminta agar tidak ada kekhawatiran berlebihan karena kondisi ibu kota aman. "Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," kata Pramono, Jumat (31/7).
Pramono juga menyinggung peristiwa unjuk rasa dan kerusuhan pada Agustus 2025 yang masih membekas di ingatan. Pemprov DKI, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan TNI/Polri dan pihak terkait untuk menjaga keamanan dan ketertiban Jakarta.
"Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," ucap Gubernur.
Hasan Nasbi: Periksa fakta sebelum percaya isu
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media, Hasan Nasbi, mengajak masyarakat untuk tidak memperbesar informasi yang berpotensi menebar ketakutan. Ia menyarankan agar setiap isu terkait keamanan diklarifikasi terlebih dahulu, termasuk oleh rekan-rekan jurnalis.
"Kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga. Nah teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar nggak 'fear monger' yang sedang beredar itu," kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7).
Hasan menegaskan bahwa kondisi negara saat ini baik dan pemerintah terus menjalankan berbagai program pembangunan. Sebagai contoh, pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan lebih dari seratus pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) berlangsung dengan komunikasi dua arah dan menerima masukan konstruktif dari para pelaku usaha.
Optimisme dan harapan untuk stabilitas
"Tanya-jawab dengan presiden, masukan-masukan mereka sangat konstruktif, diterima dengan baik oleh presiden. Dan nggak ada alasan buat kita nggak maju," ujarnya.
Hasan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap optimis dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu kebenarannya. Ia menekankan bahwa stabilitas keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat, dan warga.



