Jakarta – Dua kelompok yang terlibat bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, sepakat untuk berdamai dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri, pada Senin, 27 Juli 2026.
Kesepakatan Damai untuk Jaga Kondusivitas
Ketua RT 08 RW 04 Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Ica Risanggeni, menyatakan bahwa kedua belah pihak telah berdamai dan berkomitmen menjaga keamanan lingkungan. "Kami sudah dipertemukan oleh Bapak Kapolda maupun aparat setempat dengan perwakilan keluarga korban. Kami juga mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya rekan kita," ujar Ica di Mapolda Metro Jaya.
Ica mengimbau seluruh warga, khususnya di kawasan Matraman dan sekitarnya, untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketertiban. "Saya berharap semua warga di sekitar Matraman dapat menjaga kondusivitas. Tidak usah takut bagi warga yang ingin berdagang, silakan dilanjutkan saja. Kami sudah berdamai dengan perwakilan keluarga korban," tambahnya.
Keluarga Korban: Serahkan Sepenuhnya ke Aparat
Perwakilan keluarga korban, Dami Renjaan, menyampaikan penyesalan mendalam atas tewasnya seorang pria berinisial P. Meskipun demikian, keluarga memilih untuk mempercayakan proses hukum kepada polisi. "Kami yakin dan percaya aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan adil dalam menyelesaikan persoalan ini sehingga memberikan rasa keadilan bagi kita semua," kata Dami.
Dami juga mengimbau seluruh keluarga besar dan masyarakat Indonesia Timur untuk tidak terpancing emosi. "Mari kita kembali menjaga keamanan dan ketertiban. Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Kami yakin proses ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan keadilan bagi kita semua," ujarnya.
Klarifikasi: Korban Bukan Pemicu Bentrokan
Menanggapi isu yang beredar, Dami menegaskan bahwa korban P bukanlah warga yang berdomisili di Jalan Tambak dan bukan bagian dari kelompok tertentu. Menurut Dami, P hanya kebetulan berada di lokasi saat insiden terjadi dan tidak terlibat dalam aksi yang memicu bentrokan. "Adik kami ini kebetulan hanya berada di situ. Bukan pihak yang sebagaimana diberitakan sebelumnya, seolah-olah makan tidak bayar atau menggeber-geber knalpot motor. Itu tidak," tegas Dami.
Apresiasi kepada Kapolda Metro Jaya
Dami juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Metro Jaya beserta jajarannya atas fasilitasi pertemuan antara keluarga korban dan warga, serta pengawalan proses hukum yang sedang berjalan. Pertemuan ini diharapkan dapat mengembalikan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Dengan adanya kesepakatan damai ini, diharapkan aktivitas masyarakat di kawasan Menteng dan sekitarnya dapat kembali normal. Kedua belah pihak berkomitmen untuk menjaga situasi tetap kondusif dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana.



