AS Serang Bandara, Jembatan, dan Stasiun Kereta Api Iran
AS Serang Bandara, Jembatan, Stasiun Kereta Api Iran

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan mematikan ke wilayah Iran pada Kamis malam, 16 Juli 2026, untuk malam kelima berturut-turut. Serangan tersebut menghantam bandara, stasiun kereta api di kota pelabuhan Bandar Abbas, dan dua jembatan di Iran selatan dekat Selat Hormuz.

Lokasi dan Korban Serangan

Televisi pemerintah IRIB melaporkan bahwa tiga ledakan terdengar di sekitar bandara dan setidaknya satu proyektil musuh Amerika menghantam bandara Iranshahr di tenggara Iran. Sementara itu, kantor berita Mehr mengonfirmasi bahwa Stasiun Persimpangan Kereta Api Bandar Abbas menjadi sasaran serangan, mengakibatkan dua warga Iran terluka.

Sebuah laporan resmi menyebutkan serangan udara juga menargetkan dua jembatan di Provinsi Hormozgan. Kantor berita IRNA melaporkan bahwa dua orang tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pernyataan CENTCOM

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukan mereka melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran untuk malam kelima berturut-turut. "Pada pukul 14.00 zona waktu timur hari ini, pasukan AS mulai melakukan gelombang serangan baru terhadap Iran untuk malam kelima berturut-turut untuk lebih melemahkan kemampuan militer Iran," kata CENTCOM dalam pernyataannya, dikutip dari Anadolu Agency pada Jumat (17/7/2026).

Latar Belakang Ketegangan

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat terkait Selat Hormuz. Kedua pihak saling menyerang meskipun ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang bertujuan mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menjelaskan bahwa serangan AS dipicu oleh pelanggaran Iran terhadap nota kesepahaman tersebut. "Secara spesifik, dalam nota kesepahaman yang mereka tandatangani, mereka dilarang menembak kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz, dan sayangnya, mereka telah membuat keputusan tragis untuk melakukan hal itu," ujarnya.

Serangan terbaru ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun antara kedua negara. Iran sebelumnya menuduh AS melakukan kejahatan perang setelah infrastruktur vital mereka diserang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait serangan terbaru tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga