AS Gunakan Aset Iran Bekukan untuk Ganti Rugi Serangan di Teluk
AS Gunakan Aset Iran untuk Ganti Rugi Serangan Teluk

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa AS akan mulai menggunakan aset Iran yang dibekukan untuk menanggung kerugian akibat serangan terhadap kapal dan kargo di kawasan Teluk. Kebijakan ini berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Pernyataan Trump di Media Sosial

Trump menegaskan kebijakan tersebut melalui media sosial Truth, Jumat (24/7/2026). "Pernyataan ini dimaksudkan untuk menyatakan, hingga pemberitahuan lebih lanjut, bahwa mulai saat ini, semua kerusakan yang terjadi pada kapal, kargo, atau apa pun yang terkait dengannya, akan dibayar dengan uang Iran yang dimiliki dan dikendalikan oleh Amerika Serikat," kata Trump.

Ancaman Iran: 'Semua atau Tidak Sama Sekali'

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga negosiator utama Teheran, menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang. Ghalibaf memperingatkan AS bahwa tidak ada negara di Timur Tengah yang dapat menjual minyak jika Iran dihalangi. "Jika keamanan kami tidak terjamin, tidak akan ada infrastruktur yang aman, dan selat tersebut hanya akan aman jika tidak ada kehadiran pasukan Amerika," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dalam pernyataan di media sosial X, Kamis (23/7), Ghalibaf mengatakan konflik ini telah menjadi situasi "all or nothing". "Persamaan dalam perang ini sudah jelas: semuanya atau tidak sama sekali!" katanya. Ia juga memperingatkan, "Di kawasan di mana kami tidak dapat menjual minyak, tidak akan ada pihak lain yang akan menjual minyak."

Trump Ancam Bom Infrastruktur Iran

Pernyataan Ghalibaf disampaikan beberapa jam setelah Trump mengancam akan mengebom infrastruktur Iran jika negara itu terus menyerang kapal komersial di Selat Hormuz. "Mulai saat ini, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, ... Amerika Serikat akan mengebom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK, termasuk yang terletak di dekat atau di dalam Ibu Kota Teheran," kata Trump di Truth Social.

Ketegangan Meningkat di Selat Hormuz

Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat terkait pengaturan navigasi dan keamanan di Selat Hormuz, jalur vital pasokan minyak dan gas global. Teheran menegaskan pelayaran komersial akan aman jika berkoordinasi dengan pihaknya. Otoritas Iran menyatakan akan terus menjalankan kendali atas jalur strategis tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan jangka panjang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga