Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto serta Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian ke Istana Negara, Jakarta, pada Senin siang. Pertemuan ini digelar untuk membahas peran perguruan tinggi dalam mendukung program-program strategis pemerintah.
Mendiktisaintek Bawa Data dan Kajian Kampus
Brian Yuliarto tiba di Istana sekitar pukul 12.30 WIB. Saat dikonfirmasi, ia mengaku belum mengetahui secara pasti agenda pertemuan, namun mengaitkannya dengan program strategis. "Saya belum mendapat informasi detail, tapi undangan ini pasti berkaitan dengan program-program strategis pemerintah," ujarnya. Ia membawa sejumlah data dan hasil penelitian dari berbagai kampus untuk dilaporkan kepada Presiden.
"Presiden selalu menekankan bahwa universitas harus mem-back up seluruh program strategis. Saya sudah menyiapkan data bagaimana kampus siap mendukung dari segi kajian dan riset," tambah Brian. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan pemerintah memerlukan data yang valid, sesuai arahan Presiden Prabowo.
Pejabat Lain Juga Hadir
Selain Brian dan Amarulla, sejumlah pejabat lain turut hadir dalam pertemuan tersebut. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa juga terlihat memasuki Istana. Kehadiran mereka mengindikasikan bahwa pembahasan tidak hanya terbatas pada riset dan pendidikan, tetapi juga mencakup investasi dan industri pertahanan.
Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian menyusul tiba di Istana setelah Brian. Ia enggan memberikan komentar lebih lanjut mengenai agenda pertemuan. Pertemuan ini menjadi sorotan karena melibatkan sektor strategis yang berkaitan dengan inovasi, teknologi, dan kemandirian bangsa.
Dukungan Kampus untuk Program Nasional
Brian Yuliarto menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam menyediakan basis data dan riset yang akurat untuk kebijakan publik. "Presiden menginginkan setiap kebijakan didasari data yang valid. Kampus harus menjadi mitra utama dalam menyediakan data tersebut," jelasnya. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan sinergi yang lebih erat antara pemerintah dan akademisi dalam mencapai target pembangunan nasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana mengenai hasil pertemuan. Namun, langkah Presiden Prabowo memanggil langsung para pejabat terkait menunjukkan keseriusan dalam mengoptimalkan peran riset dan inovasi untuk mendukung program prioritas.



