Anggun Ungkap Kontribusi sebagai Pemegang Golden Visa saat Kembali ke RI
Anggun Ungkap Kontribusi Golden Visa saat Kembali ke RI

Direktorat Jenderal Imigrasi mengundang penyanyi Anggun C Sasmi untuk memberikan testimoni sebagai penerima Golden Visa. Dalam acara Sosialisasi Golden Visa di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (21/05/2026), Anggun menjelaskan kontribusinya untuk Indonesia sebagai pemegang visa tersebut.

Kontribusi Nyata untuk Indonesia

Anggun mengaku lega Indonesia akhirnya memiliki program Golden Visa, yang menurutnya sudah diterapkan di banyak negara. Ia menilai program ini dapat mencegah diaspora Indonesia berpencar dan mendorong kontribusi ekonomi serta riset bagi negara. "Sebenarnya di beberapa negara lain mereka sudah mengimplementasikan Golden Visa, dan saya lega banget Indonesia menawarkan program ini juga. Ini salah satu cara supaya anak negara tidak memencar-mencar dan akan berkontribusi secara ekonomi secara real dan untuk riset negara," ujarnya.

Kembali Menjadi Warga Lokal

Sebagai pemegang Golden Visa, Anggun menegaskan dirinya kini kembali menjadi warga lokal. Ia sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan membayar pajak di Indonesia. "Saya sudah jadi warlok, dan memang warlok. Sudah punya NPWP. Harus dong, namanya juga tinggal di sini berarti bayar pajaknya di sini," katanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Anggun mengaku senang diberi Golden Visa karena memungkinkan ia sekeluarga kembali ke Indonesia. Ia menyebut banyak diaspora yang merasakan hal sama dan ingin pulang. "Sejauh mana Anda pergi, pasti kepengin pulang. Ini banyak sekali teman-teman diaspora merasakan hal yang sama, dan sekarang sudah bisa," tambahnya.

Alasan ke Luar Negeri Bukan untuk Kabur

Anggun juga menceritakan alasannya pergi ke luar negeri. Ia menegaskan bahwa keputusannya bukan untuk kabur, melainkan mengejar karier internasional. "Mungkin tahun lalu ada yang bilang 'kabur aja dulu'. Saya bukan kabur. Saya pergi untuk mempunyai karier secara internasional, tapi pada saat itu terpaksa meninggalkan kewarganegaraan karena ada diskriminasi yang sangat real. Sekarang dengan program ini, kita bisa pulang," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga