Harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan menyusul serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Arab Saudi terhadap sejumlah milisi pro-Iran di Irak. Serangan yang terjadi pada Rabu (29/7/2026) itu disebut sebagai aksi balasan atas serangan drone yang menargetkan pasukan AS dan fasilitas minyak milik Arab Saudi.
Lonjakan Harga Minyak Akibat Ketegangan Timur Tengah
Menurut data yang dilansir detikFinance pada Kamis (30/6/2026), minyak mentah berjangka Brent melonjak 7,9% dan ditutup pada harga US$ 90,74 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 6,6% dan menetap di harga US$ 84,46 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak di kawasan Timur Tengah yang semakin memanas.
Serangan gabungan tersebut menargetkan sedikitnya 20 anggota bekas aliansi paramiliter pro-Iran atau Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) di Irak. Otoritas Saudi sebelumnya berhasil menggagalkan serangan drone yang menargetkan fasilitas minyak di Saudi Timur dan menuduh kelompok pendukung Iran di Irak sebagai dalangnya. Amerika dan Arab Saudi menyebut serangan ini sebagai bentuk pembalasan yang sah.
Dampak terhadap Pasar Asia dan Indonesia
Lonjakan harga minyak ini diperkirakan akan berdampak pada pasar Asia, termasuk Indonesia. Para analis memperingatkan bahwa kenaikan harga energi dapat memicu tekanan inflasi dan mempengaruhi anggaran subsidi bahan bakar di Indonesia. Pemerintah diminta untuk mengantisipasi dampak tersebut dengan kebijakan adaptif, seperti yang disarankan dalam artikel sebelumnya di detikcom.
Penculikan Balita di Makassar Akibat Utang Arisan Online
Beralih ke berita daerah, seorang balita berusia 2 tahun menjadi korban penculikan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Bocah tersebut diculik karena ibunya, RPR (25), terlilit utang arisan online sebesar Rp 300 juta. Beruntung, balita tersebut berhasil ditemukan di Kabupaten Pangkep dan tiga tersangka telah diamankan.
Para tersangka terdiri dari dua perempuan berinisial SS dan NH serta satu laki-laki berinisial SD. Mereka mengambil korban dari rumahnya di Kecamatan Tamalate, Makassar. Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana menjelaskan, "Aksi pelaku dipicu persoalan arisan. Berdasarkan pengakuan sementara, orang tua korban diduga tidak mampu mengembalikan uang arisan yang nilainya mencapai kurang lebih Rp 300 juta." Polisi masih mendalami kasus ini dan memastikan apakah uang tersebut dapat dikembalikan.
Kontroversi WNA di Bali: WNI Dikeluarkan dari Grup WhatsApp
Sebuah insiden viral di Bali mencuat setelah seorang warga negara asing (WNA) bernama Sergey Melnikov mengeluarkan seluruh anggota WNI dari grup WhatsApp "Garage Sales in Amed". Tindakan tersebut dilakukan dengan dalih menciptakan kenyamanan bagi para ekspatriat dan karena anggota WNI dianggap tidak mematuhi aturan grup.
Konten kreator asal Italia, Christian Giacobbe, pertama kali mengungkap kasus ini melalui video di Instagram. Ia menyoroti dugaan praktik eksklusif yang dinilai diskriminatif terhadap WNI. Peristiwa ini menambah daftar kontroversi terkait perlakuan eksklusif sejumlah WNA di Bali yang kerap membatasi partisipasi masyarakat lokal. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait insiden tersebut.
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung setiap Senin-Jumat pukul 15.30-18.00 WIB di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.



