27 CCTV di Waduk Jatiluhur Tak Sorot TKP Satpam Tewas Terborgol
27 CCTV Waduk Jatiluhur Tak Sorot TKP Satpam Tewas

Sebanyak 27 unit kamera pengawas (CCTV) terpasang di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Namun, tidak satu pun dari kamera tersebut yang merekam lokasi penemuan jenazah Satpam Sumarna (42) yang tewas dalam keadaan terborgol. Titik kejadian berada di luar jangkauan pantauan objek vital nasional tersebut.

Pengakuan Dirut PJT II soal CCTV

Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, Imam Santoso, menyatakan bahwa total ada 27 CCTV yang tersebar di titik-titik strategis waduk. Di kawasan Ubrug sendiri terdapat tiga unit. Rekaman dari ketiga CCTV itu telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Bukan tidak ada CCTV, total ada 27 unit CCTV yang tersebar di titik-titik strategis Waduk Jatiluhur. Di kawasan Ubrug sendiri ada tiga unit, dan rekamannya sudah kami serahkan ke pihak kepolisian," ujar Imam saat melayat ke rumah duka korban, Kamis (30/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Lokasi Kejadian di Luar Jangkauan Kamera

Imam menjelaskan, tiga CCTV di Ubrug difokuskan untuk mengawasi area objek vital bendungan. Sementara lokasi penembakan atau penganiayaan terhadap korban berada di luar jangkauan kamera dengan jarak sekitar 2 kilometer dari pusat pantauan.

"Kamera menyorot ke objek vital, bukan ke lokasi kejadian karena lokasinya di luar kawasan bendungan utama. Ke depan, kami akan mengevaluasi dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menambah titik CCTV, terutama di area-area rawan," tambahnya.

Korban Adalah Petugas Keamanan Resmi

Imam menegaskan bahwa Sumarna merupakan petugas keamanan resmi di bawah vendor mitra PJT II yang terdaftar dan terlindungi hak-hak ketenagakerjaannya. Hal ini penting untuk memastikan hak-hak korban sebagai pekerja terpenuhi.

Santunan dan Beasiswa untuk Ahli Waris

Dalam kunjungan melayat, Bupati Purwakarta, BPJS Ketenagakerjaan, bersama PJT II menyerahkan santunan langsung kepada ahli waris almarhum Sumarna. Total santunan mencapai Rp 418.133.773, yang terdiri dari:

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
  • Jaminan Hari Tua (JHT)
  • Jaminan Pensiun (JP)
  • Beasiswa pendidikan untuk dua anak korban

Santunan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, terutama dalam hal pendidikan kedua anak korban.

Penyelidikan Kematian Satpam

Kapolda Jawa Barat telah menurunkan tim gabungan untuk mengusut kematian Satpam Sumarna. Polisi masih mendalami motif dan pelaku di balik kasus ini. Rekaman CCTV dari kawasan Ubrug dan sekitarnya sedang dianalisis untuk mencari petunjuk.

Kasus ini menyita perhatian publik karena korban ditemukan dalam keadaan terborgol dan tangan terikat. Diduga korban menjadi korban penganiayaan atau penembakan. Hingga berita ini diturunkan, polisi belum menetapkan tersangka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga