Arab Saudi dan Irak Tolak Wilayahnya Dipakai Perang AS-Iran
Saudi-Irak Tolak Wilayahnya untuk Perang AS-Iran

Pemerintah Arab Saudi dan Irak secara bersama-sama menegaskan penolakan terhadap penggunaan wilayah mereka untuk mengancam keamanan dan stabilitas negara lain. Penegasan ini disampaikan ketika perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali berkecamuk setelah kolapsnya gencatan senjata.

Saudi dan Irak, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (13/7/2026), sama-sama menekankan penghormatan terhadap kedaulatan, prinsip bertetangga yang baik, dan sikap tidak mencampuri urusan dalam negeri. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Saudi pada Minggu (12/7), menyusul pembicaraan langsung antara Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein. Pertemuan tersebut digelar di Riyadh, Saudi, dan dihadiri para pejabat senior kedua negara.

Pembahasan Hubungan Bilateral dan Situasi Kawasan

Menurut pernyataan resmi, kedua menteri luar negeri meninjau hubungan bilateral dan berbagai cara untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang. Mereka juga membahas perkembangan situasi di kawasan serta isu-isu yang menjadi kepentingan bersama. Kedua belah pihak menggarisbawahi pentingnya menghormati kedaulatan nasional, prinsip bertetangga yang baik, sikap tidak mencampuri urusan dalam negeri, serta penolakan terhadap penggunaan wilayah negara mana pun untuk mengancam keamanan dan stabilitas negara lain.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Irak juga menegaskan kembali komitmennya untuk tidak membiarkan wilayah atau ruang udaranya digunakan sebagai titik peluncuran bagi tindakan serangan apa pun yang menargetkan Saudi, negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), atau negara-negara lainnya di kawasan tersebut.

Dukungan untuk Stabilitas Irak dan Kawasan

Kedua negara menekankan pentingnya mendukung keamanan dan stabilitas Irak, memperkuat institusi nasionalnya, dan melanjutkan koordinasi serta kerja sama bilateral dengan cara yang melayani kepentingan bersama dan berkontribusi pada pemeliharaan keamanan serta stabilitas kawasan. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi militer antara AS dan Iran.

Pada Minggu (12/7) waktu setempat, Iran menyatakan pasukannya telah melancarkan serangan ke lokasi-lokasi militer AS di sejumlah negara di kawasan Teluk, termasuk Oman. Teheran mengklaim serangannya itu sebagai pembalasan terhadap serangan terbaru Washington terhadap target-target Iran. Serangan Iran itu menyusul pengumuman Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyebutkan pasukannya telah menghantam sekitar 140 target dalam operasi militer terbaru terhadap Iran. CENTCOM menyebut gempurannya itu merespons serangan Teheran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga