Tim Cek Fakta Kompas.com mengidentifikasi sejumlah informasi keliru yang beredar di media sosial pada pekan kedua Juli 2026. Isu-isu tersebut mencakup klaim tentang pembakaran SPBU oleh massa, aksi demonstrasi stop bayar pajak, dan pernyataan palsu yang dikaitkan dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Selain itu, ada pula hoaks terkait Piala Dunia 2026 yang menampilkan foto Presiden FIFA Gianni Infantino yang diklaim kecewa karena Lionel Messi gagal mencetak gol.
Klaim SPBU Dibakar Massa
Beredar video dan narasi yang menyebutkan bahwa sejumlah SPBU dibakar oleh massa dalam aksi protes. Setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak benar. Tim Cek Fakta Kompas.com memverifikasi bahwa video yang beredar merupakan rekaman lama dari insiden kebakaran di lokasi berbeda, bukan aksi pembakaran SPBU oleh massa. Tidak ada bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada pekan kedua Juli 2026.
Demonstrasi Stop Bayar Pajak
Informasi mengenai demonstrasi besar-besaran dengan tuntutan stop bayar pajak juga beredar luas. Namun, berdasarkan penelusuran, tidak ada aksi demonstrasi semacam itu yang terjadi. Foto dan video yang digunakan dalam unggahan tersebut merupakan dokumentasi aksi protes di masa lalu yang tidak terkait dengan isu pajak. Pemerintah juga membantah adanya gelombang aksi stop bayar pajak.
Pernyataan Menteri Agama soal Korupsi
Menteri Agama Nasaruddin Umar diklaim mengeluarkan pernyataan yang membolehkan korupsi selama dilakukan sesuai aturan. Klaim ini adalah hoaks. Tim Cek Fakta Kompas.com mengonfirmasi bahwa Menteri Agama tidak pernah menyampaikan pernyataan tersebut. Kutipan yang beredar adalah hasil manipulasi dan tidak memiliki sumber resmi.
Hoaks Piala Dunia 2026: Foto Gianni Infantino Kecewa
Foto Presiden FIFA Gianni Infantino yang beredar dengan klaim bahwa ia kecewa karena Lionel Messi gagal mencetak gol juga tidak benar. Foto tersebut diambil dari momen berbeda dan tidak terkait dengan kekecewaan terhadap Messi. Tidak ada pernyataan resmi dari FIFA mengenai hal ini.
Tim Cek Fakta Kompas.com mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi di media sosial dan selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarkannya.



