Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menyatakan bahwa perdamaian dengan Iran sudah di depan mata dan Selat Hormuz akan segera dibuka kembali untuk jalur pelayaran internasional pada Sabtu (23/5/2026). Namun, pernyataan tersebut tidak serta-merta dipercaya oleh pasar global.
Skeptisisme Pasar terhadap Klaim Trump
Pasar global tampaknya tidak langsung menelan mentah-mentah pernyataan Trump. Trump kini dinilai sebagai presiden yang kerap "meneriakkan perdamaian" secara prematur. Setelah berulang kali terjadi misinformasi atau fakeouts selama tiga bulan terakhir, para pelaku pasar mulai mengabaikan pernyataan retoris dan memilih menunggu bukti nyata dari perjanjian damai dengan Iran.
Dampak pada Pasar Minyak dan Pelayaran
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi pengiriman minyak dunia. Jika benar dibuka, harga minyak diperkirakan akan turun. Namun, karena seringnya pernyataan yang tidak akurat, investor lebih memilih bersikap hati-hati. Banyak analis menyarankan untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap pernyataan politik yang belum terverifikasi.
Para pelaku pasar kini lebih fokus pada indikator fundamental dan menunggu perkembangan lebih lanjut di lapangan. Mereka mengingatkan bahwa perdamaian dengan Iran membutuhkan proses yang rumit dan tidak bisa diumumkan secara sepihak.



