Netanyahu Terbang ke AS Bahas Ancaman Rudal Iran dengan Presiden Trump
Netanyahu ke AS Temui Trump Bahas Rudal Iran

Netanyahu Terbang ke AS Temui Trump, Bahas Ancaman Rudal Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan melakukan pertemuan penting dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington DC pada Rabu (11/2) waktu setempat. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mendesak pemerintahan Trump agar mengambil sikap yang lebih tegas dan keras terhadap program pengembangan rudal balistik yang terus dijalankan oleh Iran.

Pertemuan Keenam di Bawah Kepemimpinan Trump

Ini akan menjadi pertemuan keenam antara kedua pemimpin negara sekutu tersebut di tanah Amerika, sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden setahun yang lalu. Sebelumnya, Netanyahu dan Trump juga telah melakukan pertemuan bilateral di Yerusalem pada Oktober tahun lalu, tepat ketika Trump mengumumkan gencatan senjata di wilayah Gaza yang sedang memanas.

Pertemuan terbaru ini digelar dalam konteks diplomatik yang sangat dinamis, hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Iran melanjutkan perundingan nuklir mereka di Oman. Usai putaran pembicaraan tersebut, Presiden Trump menyatakan bahwa diskusi antara kedua negara berlangsung "sangat baik" dan menegaskan bahwa putaran negosiasi selanjutnya akan segera menyusul.

Isu Tepi Barat dan Fokus Utama Pembicaraan

Pertemuan tingkat tinggi ini juga akan berlangsung di tengah meningkatnya kemarahan dan kritik dari komunitas internasional terhadap tindakan Israel yang memperketat kendali atas Tepi Barat. Kebijakan kontroversial tersebut termasuk mengizinkan para pemukim Yahudi untuk membeli tanah-tanah milik warga Palestina secara langsung.

Meskipun demikian, belum jelas apakah isu sensitif mengenai Tepi Barat ini akan dibahas secara mendalam dalam pembicaraan antara Netanyahu dan Trump. Presiden Amerika Serikat telah berulang kali menegaskan sikap tegasnya yang menentang segala bentuk aneksasi Tepi Barat oleh pemerintah Israel.

Kantor Perdana Menteri Netanyahu, seperti dilansir oleh kantor berita AFP pada Selasa (10/2/2026), menyatakan bahwa fokus utama pembicaraan akan pada kekhawatiran mendalam Israel terhadap persenjataan rudal milik Iran. Isu ini dianggap lebih mendesak dan berbeda dari program nuklir Iran yang selama ini menjadi perhatian dunia.

Posisi Israel dan Respons Iran

"Dia mempercayai bahwa setiap negosiasi harus mencakup pembatasan rudal balistik dan penghentian dukungan untuk poros Iran," tegas pernyataan resmi dari kantor Netanyahu pada akhir pekan lalu. Pernyataan tersebut secara jelas merujuk pada sekutu-sekutu Iran di kawasan Timur Tengah yang selama ini mendukung kebijakan Teheran.

Sejauh ini, pemerintah Iran secara konsisten menolak untuk memperluas cakupan pembicaraan dengan Amerika Serikat di luar isu nuklir. Meskipun Washington juga secara terbuka menginginkan agar program rudal balistik Teheran dan dukungannya terhadap berbagai kelompok militan di kawasan turut disertakan dalam agenda diplomasi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran bahkan telah memperingatkan pada Selasa (10/1) bahwa kunjungan Netanyahu ke Amerika Serikat akan memiliki pengaruh "destruktif" terhadap proses diplomasi yang sedang berjalan dan justru "merugikan kawasan" Timur Tengah secara keseluruhan.

Latar Belakang Ketegangan dan Ancaman Rudal

Kekhawatiran Israel terhadap kemampuan militer Iran mencapai puncaknya selama perang yang belum pernah terjadi sebelumnya antara kedua musuh bebuyutan tersebut pada Juni tahun lalu. Sejak konflik bersenjata itu, para pejabat tinggi di Tel Aviv berulang kali memperingatkan bahwa kemampuan rudal Teheran menimbulkan ancaman yang berbeda dan dalam beberapa aspek lebih mendesak daripada program nuklirnya.

Para analis pertahanan Israel berpendapat bahwa Iran memiliki kemampuan untuk:

  • Menyerang wilayah Israel dengan sedikit peringatan sebelumnya
  • Melumpuhkan sistem pertahanan udara negara Yahudi tersebut dalam konflik berkepanjangan
  • Mengancam stabilitas keamanan regional dengan dukungan kepada kelompok militan

Selama perang di bulan Juni tahun lalu, Teheran telah melancarkan serangan balasan dengan rentetan rudal balistik dan berbagai proyektil lainnya ke wilayah Israel. Serangan tersebut berhasil menghantam area militer dan sipil, menunjukkan kapabilitas nyata yang dimiliki oleh Iran.

Pertemuan antara Netanyahu dan Trump ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan strategis yang lebih konkret dalam menangani ancaman rudal balistik Iran, sekaligus memperkuat aliansi keamanan antara Israel dan Amerika Serikat di tengah dinamika politik Timur Tengah yang semakin kompleks.