Pengakuan Mengejutkan Menhan Israel
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka mengakui bahwa pesawat tempur Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Israel sebagai landasan untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Pernyataan ini disampaikan Katz dalam wawancara dengan televisi lokal Israel, Channel 14, pada Selasa, 28 Juli 2026. Katz menegaskan bahwa Teheran telah mengetahui fakta tersebut.
"Jet-jet tempur AS lepas landas dari Israel untuk melancarkan serangan terhadap Iran, dan pihak Iran mengetahui hal itu," ujar Katz seperti dilansir Middle East Monitor, Rabu (29/7/2026).
Keinginan Israel yang Terbentur Tak Otoritas AS
Katz juga mengungkapkan bahwa Israel sebenarnya memiliki rencana untuk menyerang target-target energi Iran. Namun, Washington menolak memberikan persetujuan pada tahap ini. "Kami sangat ingin menyerang target-target energi Iran, namun AS tidak menyetujuinya pada tahap ini," kata Katz dalam pernyataannya pada Selasa (28/7).
Meskipun demikian, Katz mengancam akan membalas dengan keras jika Iran melancarkan serangan baru terhadap wilayah Israel. "Jika mereka menyerang Israel, kami akan membalas dengan kekuatan penuh. Kami siap menyerang Iran secara mandiri," tegasnya.
Iran Tidak Langsung Menarget Israel
Sejauh ini, Iran lebih sering menargetkan fasilitas dan pangkalan militer AS di negara-negara tetangga di kawasan Teluk sebagai balasan atas serangan udara AS. Teheran sudah cukup lama tidak lagi menyerang Israel secara langsung. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran strategi dalam konflik yang telah berlangsung selama lebih dari dua pekan.
Pernyataan Katz muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Iran meluncurkan serangan rudal baru pada Selasa malam (28/7) waktu setempat. Pusat Komando AS (CENTCOM) melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan sejumlah rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang memiliki pangkalan di Timur Tengah.
Militer AS Berhasil Mencegat Rudal Iran
"Pada pukul 17.45 waktu setempat hari ini (28/7), pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan sejumlah rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang memiliki pangkalan di Timur Tengah," sebut CENTCOM dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir AFP. "Semua rudal Iran berhasil dicegat," klaim CENTCOM, tanpa menyebut wilayah mana yang menjadi sasaran.
Serangan rudal ini mengakhiri situasi yang relatif tenang sejak Jumat (24/7) pekan lalu. Sebelumnya, Teheran dan Washington sepakat menangguhkan serangan setelah eskalasi konflik selama 13 hari yang dimulai pada 11 Juli. Konflik tersebut memicu kekhawatiran global akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan langsung dari Iran terkait pernyataan Katz. Namun, analis menilai bahwa pengakuan Israel ini dapat memperkeruh suasana dan memicu respons militer lebih lanjut dari Teheran.



