Klaim Trump Soal Kesepakatan Damai Dibantah Iran dan IRGC
Klaim Trump Soal Kesepakatan Damai Dibantah Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan yang telah lama dinantikan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah akan ditandatangani pada hari Minggu. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Pernyataan Trump disampaikan melalui unggahan di platform Truth Social miliknya pada Sabtu (13/6/2026).

Trump menilai penandatanganan kesepakatan itu akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia. "Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA," tulis Trump. Pernyataan ini memicu perhatian internasional mengingat pentingnya Selat Hormuz bagi distribusi minyak dan gas global.

Iran Masih dalam Tahap Peninjauan Internal

Sementara itu, pemerintah Iran menyatakan bahwa sebagian besar isu dalam negosiasi telah mencapai titik temu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengungkapkan bahwa proses saat ini memasuki tahap akhir peninjauan internal. "Saat ini, kesepahaman telah tercapai pada sebagian besar isu, dan kami berada di tahap akhir peninjauan internal," kata Baghaei di televisi pemerintah pada Sabtu (13/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Baghaei menambahkan bahwa sejumlah lembaga terkait di Iran masih melakukan pembahasan untuk menentukan posisi akhir negara tersebut terhadap draf yang telah disusun. Ia juga menolak mengonfirmasi berbagai laporan mengenai isi kesepakatan dengan alasan detailnya baru akan diumumkan setelah proses finalisasi selesai.

IRGC Bantah Klaim Trump

IRGC dengan tegas membantah klaim Trump yang menyebut Iran akan menandatangani perjanjian pada hari Minggu. Dalam pernyataannya, IRGC mengkritik "kegigihan luar biasa" Trump dan menggambarkan jadwal penandatanganan tersebut sebagai "ujian bagi tim negosiasi Iran". Mereka menekankan bahwa para negosiator Iran secara eksplisit menyatakan bahwa memorandum tersebut belum diselesaikan dan penandatanganan pada Minggu pasti tidak akan terjadi.

Dalam unggahan di Telegram, IRGC bahkan menyarankan bahwa Trump bermaksud menjadwalkan penandatanganan bertepatan dengan hari ulang tahunnya pada 14 Juni. "Beberapa pengamat percaya bahwa kegigihannya mungkin didorong oleh keinginan untuk menggunakan kesempatan itu secara simbolis dan mengubahnya menjadi acara publisitas pribadi," bunyi pernyataan tersebut.

Delegasi Qatar Tiba di Teheran

Delegasi Qatar dan seorang diplomat tiba di Teheran pada hari Minggu sebagai bagian dari proses mediasi untuk mengakhiri perang antara Iran dan Amerika Serikat. Seorang penasihat menteri luar negeri Qatar telah dikirim ke Iran, seperti dilaporkan kantor berita ISNA Iran. Kantor berita Tasnim menyebut tujuan kunjungan tersebut adalah untuk "meninjau perkembangan terbaru terkait proses diplomatik".

Seorang diplomat yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada AFP bahwa "para negosiator Qatar terbang ke Teheran pagi ini" untuk membantu memfasilitasi penyelesaian perjanjian. Sementara itu, Pakistan yang memimpin mediasi untuk mengakhiri perang Timur Tengah, bersama AS, telah mengindikasikan bahwa kesepakatan akan ditandatangani pada hari Minggu. Namun, Iran meragukan waktu tersebut dan media Iran melaporkan bahwa keputusan akhir mengenai kerangka kerja belum dibuat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga