Iran Tuduh AS Lakukan Kejahatan Perang, Serang Infrastruktur Vital
Iran Tuduh AS Lakukan Kejahatan Perang, Serang Infrastruktur

Menteri Luar Negeri Iran Kecam Serangan AS

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dengan tegas menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melakukan kejahatan perang. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui Telegram pada Kamis (16/7/2026), Araghchi mengutuk serangan AS yang menargetkan infrastruktur vital Iran. Ia menyebut serangan tersebut sebagai bukti nyata niat kriminal pemerintah AS untuk melakukan kejahatan keji terhadap rakyat Iran.

Araghchi menegaskan bahwa tindakan AS merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional. Menurutnya, serangan yang dilancarkan AS tidak dapat dibenarkan dan termasuk dalam kategori kejahatan internasional serius berdasarkan hukum pidana internasional, termasuk empat Konvensi Jenewa tahun 1949.

Peringatan Keras bagi Pemerintah Global

Dalam pernyataannya, Araghchi juga menekankan bahwa semua pemerintah di dunia memiliki kewajiban untuk menuntut dan menghukum para pelaku kejahatan perang. Ia menuduh pejabat AS menggunakan retorika yang tidak masuk akal dan ancaman jahat terhadap Iran. Permusuhan ini, kata Araghchi, ditujukan kepada rakyat Iran yang bersikeras mempertahankan kemerdekaan, hak-hak sah, dan martabat manusia mereka.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia memperingatkan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut tidak dapat menghindari pertanggungjawaban hukum hanya dengan dalih bertindak atas perintah atasan. Ini adalah pesan tegas bahwa hukum internasional harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Gelombang Serangan AS ke Iran

Sebelum pernyataan Araghchi, militer AS kembali meluncurkan serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi bahwa serangan terbaru menargetkan fasilitas militer Iran yang kerap digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Serangan ini dilaporkan oleh CNN dan Al Jazeera pada Kamis (16/7/2026).

Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan suara ledakan terdengar di kota Ahvaz, dekat perbatasan dengan Irak. Ahvaz telah berulang kali menjadi sasaran pasukan AS sejak pertempuran kembali pecah pada bulan ini. Selain itu, ledakan juga terdengar di Chabahar setelah rudal AS menghantam menara pengawas angkatan laut di kota tersebut. Menara itu sebenarnya merupakan fasilitas sipil yang digunakan untuk keamanan maritim serta operasi pencarian dan penyelamatan bagi nelayan.

Dampak Serangan di Bandar Abbas

Sejumlah ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas. Kantor berita Mehr menambahkan bahwa proyektil AS menghantam sebuah lokasi di dekat kota pelabuhan tersebut. Serangan ini menambah daftar panjang agresi militer AS terhadap Iran, yang telah memicu ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Pemerintah Iran mengecam keras tindakan AS dan berjanji akan mengambil langkah hukum di tingkat internasional. Menteri Luar Negeri Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap pelanggaran hukum perang yang dilakukan oleh AS.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga