Bahasa tubuh Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menjadi sorotan setelah foto pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Selasa (28/7/2026) beredar luas. Pakar bahasa tubuh Lillian Glass menilai Vance terlihat tegang dan kurang nyaman saat berdiri di samping kedua pemimpin tersebut.
Analisis Jarak Fisik dan Ekspresi Wajah
Menurut Glass, penilaiannya didasarkan pada beberapa indikator nonverbal, termasuk jarak fisik, ekspresi wajah, dan posisi jari Vance. "Ada jarak fisik yang cukup jauh dengan Vance. Vance tampak berada di luar kelompok, dan senyumnya tegang seperti yang terlihat dari ketegangan di rahang bawahnya," kata Glass kepada The Post.
Dalam foto tersebut, Vance berdiri agak terpisah dari Trump dan Netanyahu, yang tampak lebih dekat satu sama lain. Ekspresi wajah Vance menunjukkan senyuman yang dipaksakan, dengan otot rahang yang menegang—tanda umum dari stres atau ketidaknyamanan. Posisi jari-jarinya yang kaku juga menambah kesan canggung.
Konteks Pertemuan dan Reaksi Publik
Pertemuan itu sendiri membahas isu-isu strategis bilateral antara AS dan Israel, termasuk kerja sama keamanan dan situasi di Timur Tengah. Namun, sorotan publik justru tertuju pada dinamika non-verbal antara ketiga tokoh tersebut. Sejumlah pengamat politik juga mencatat bahwa Vance, yang baru beberapa bulan menjabat sebagai wakil presiden, mungkin masih beradaptasi dengan perannya di panggung internasional.
Belum ada tanggapan resmi dari pihak Vance atau Gedung Putih mengenai analisis bahasa tubuh ini. Namun, foto tersebut telah menjadi bahan perbincangan luas di media sosial dan kalangan analis politik, dengan berbagai spekulasi tentang hubungan internal di lingkaran kekuasaan AS.



