Ruang Aman bagi Perempuan Korban Perang di Gaza Tengah
Ruang Aman Perempuan Korban Perang Gaza Tengah

Setiap pagi, setelah memastikan kelima anaknya mendapatkan makanan dan kebutuhan dasar, Ola Saleh (39) berjalan kaki sekitar lima menit dari tenda keluarganya di Kamp Al-Amal, Deir el-Balah, Gaza tengah. Ia meninggalkan anak-anaknya untuk sementara waktu dan menuju sebuah tenda yang difungsikan sebagai ruang aman bagi perempuan korban perang dan pengungsian.

Perjuangan Seorang Ibu Tunggal di Tengah Perang

Ola adalah seorang ibu tunggal yang kehilangan suaminya akibat konflik berkepanjangan di Gaza. Hidup di pengungsian dengan lima anak merupakan tantangan berat. Setiap hari, ia harus berjuang memenuhi kebutuhan anak-anaknya di tengah keterbatasan air, makanan, dan listrik. Kamp Al-Amal, yang berarti "Harapan", menjadi tempat tinggal sementara bagi ribuan pengungsi yang kehilangan rumah mereka.

Di dalam tenda yang pengap dan penuh sesak, Ola harus merawat anak-anaknya seorang diri. Tanggung jawab sebagai orang tua tunggal, ditambah dengan trauma kehilangan suami, membuatnya merasa tertekan. Namun, setiap pagi ia memiliki kesempatan untuk beristirahat sejenak dari tekanan hidup di pengungsian dengan mengunjungi ruang aman tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ruang Aman sebagai Pelarian dari Stres Perang

Ruang aman itu bukan sekadar tenda biasa. Tempat tersebut dirancang khusus agar perempuan dapat merasa nyaman dan aman untuk berbagi cerita, menangis, atau sekadar diam. Di sinilah Ola bisa melupakan sejenak tanggung jawabnya sebagai ibu tunggal dan kesulitan hidup di pengungsian. Ia dapat beristirahat, berbicara dengan sesama perempuan, dan mendapatkan dukungan emosional.

Program ini diinisiasi oleh Collective Development Projects, sebuah organisasi yang fokus pada pemberdayaan masyarakat di Gaza. Mereka menyediakan dukungan psikologis, diskusi kelompok, dan panduan praktis bagi perempuan untuk menghadapi tekanan perang. Melalui diskusi kelompok, para perempuan diajak berbagi pengalaman dan strategi bertahan hidup, serta belajar mengelola stres.

Dukungan Psikologis dan Kebersamaan

Dalam diskusi kelompok, perempuan-perempuan seperti Ola dapat saling mendengarkan dan memberikan semangat. Mereka belajar cara merawat anak di tengah kekacauan, cara mendapatkan bantuan kemanusiaan, dan cara menjaga kesehatan mental. Pendamping psikologis memberikan sesi konseling singkat dan teknik relaksasi untuk meredakan kecemasan.

Ola mengaku bahwa ruang aman ini sangat membantunya bertahan. Ia merasa tidak sendirian dalam perjuangan. Meskipun perang masih berkecamuk, ruang aman ini menjadi oase kecil di tengah gurun keputusasaan. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk membantu lebih banyak perempuan Gaza yang menjadi korban perang dan kehilangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga