12 Warga Gaza Tewas dalam 24 Jam Akibat Serangan Israel yang Terus Berlanjut
Israel kembali melanggar gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dengan melancarkan serangan ke Gaza. Akibatnya, korban tewas bertambah menjadi 12 orang dalam kurun waktu 24 jam terakhir, menurut laporan dari badan pertahanan sipil setempat.
Serangan Menghantam Tenda Pengungsi dan Permukiman
Badan Pertahanan Sipil Gaza, yang beroperasi di bawah otoritas Hamas, melaporkan bahwa serangan Israel terjadi di berbagai lokasi. Satu serangan udara menghantam tenda pengungsi di Jabalia, Gaza utara, menewaskan lima orang dan melukai beberapa lainnya. Serangan terpisah di pagi hari menargetkan area di Khan Yunis, Gaza selatan, juga menewaskan lima orang dan menyebabkan korban luka-luka.
Selain itu, pasukan Israel melakukan penembakan di Kota Gaza yang menewaskan satu orang, serta di Beit Lahia di Gaza utara yang juga menewaskan satu korban. Rumah sakit Al-Shifa dan Nasser mengkonfirmasi telah menerima setidaknya tujuh jenazah dari berbagai insiden ini.
Gencatan Senjata Tidak Dihormati
Meskipun gencatan senjata yang dimediasi AS telah memasuki fase kedua bulan lalu, kekerasan di wilayah Palestina terus berlanjut tanpa henti. Osama Abu Askar, yang kehilangan keponakannya dalam serangan di Jabalia, menyatakan dengan tegas, "Israel tidak memahami gencatan senjata atau perdamaian." Ia menambahkan bahwa warga Gaza dibunuh saat mereka sedang tidur, menunjukkan betapa brutalnya serangan tersebut.
Kondisi ini memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza, di mana banyak warga sipil yang sudah mengungsi akibat konflik berkepanjangan. Serangan terhadap tenda pengungsi khususnya menimbulkan keprihatinan internasional, karena menargetkan kelompok yang paling rentan.
Laporan dari AFP pada Minggu (15/2) mengonfirmasi bahwa Israel masih terus melancarkan serangan ke Gaza, meskipun ada upaya diplomatik untuk menghentikan konflik. Ini bukan pertama kalinya Israel dituduh melanggar gencatan senjata, namun eskalasi kekerasan dalam 24 jam terakhir menunjukkan intensitas yang mengkhawatirkan.
Dengan korban tewas yang terus bertambah, tekanan terhadap Israel untuk menghentikan serangan dan menghormati kesepakatan gencatan senjata semakin besar. Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa serangan akan berhenti, meninggalkan warga Gaza dalam ketakutan dan ketidakpastian.