Kepala Komunikasi PM Inggris Mundur, Pemerintah Starmer Bergulat dengan Skandal Epstein
Kepala Komunikasi PM Inggris Mundur Akibat Skandal Epstein

Kepala Komunikasi PM Inggris Mundur, Pemerintah Starmer Bergulat dengan Skandal Epstein

Jakarta - Pemerintahan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer kembali mengalami guncangan dengan mundurnya Tim Allan, Kepala Komunikasi Kantor Perdana Menteri. Pengunduran diri Allan terjadi kurang dari 24 jam setelah Morgan McSweeney, Kepala Staf PM Inggris, juga memutuskan untuk mundur. Keduanya dikabarkan tidak kuat menghadapi tekanan yang meningkat seiring pemerintah Starmer bergulat dengan dokumen skandal Jeffrey Epstein.

Pernyataan Pengunduran Diri dan Tekanan Politik

Dalam pernyataan singkatnya, Tim Allan menyatakan, "Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri agar tim baru di Downing Street dapat dibentuk." Pernyataan ini dilansir oleh kantor berita AFP pada Senin, 9 Februari 2026. Mundurnya Allan dan McSweeney terjadi di tengah seruan dari politisi oposisi yang meminta Starmer untuk mengundurkan diri. Seruan ini terutama terkait penunjukan Peter Mandelson sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat.

Penunjukan Mandelson menuai kontroversi karena diketahui bahwa ia tetap mempertahankan hubungan dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, bahkan setelah Epstein dihukum pada tahun 2008. Starmer, yang mengetahui hal ini, tetap melanjutkan penunjukan tersebut, memicu kemarahan dari berbagai pihak.

Starmer Berupaya Mempertahankan Posisi

Meskipun menghadapi tekanan yang semakin besar, Keir Starmer berjanji untuk tetap menjabat sebagai pemimpin Inggris. Ia bersiap untuk menghadapi anggota parlemen yang marah karena keterlibatan pemerintahannya dalam skandal Epstein. Dalam pidatonya kepada staf Downing Street, Starmer berjanji untuk "melangkah maju... dengan percaya diri saat kita terus mengubah negara ini", menurut seorang pejabat pemerintah yang berbicara dengan syarat anonim.

Juru bicara resmi Starmer juga menegaskan kepada wartawan bahwa perdana menteri sedang berkonsentrasi pada pekerjaan yang ada dan merasa "optimis". Pernyataan ini disampaikan meskipun semakin banyak desas-desus dari anggota parlemen bahwa hari-harinya sebagai pemimpin sudah dihitung.

Dampak Mundurnya Penasihat Terdekat

Kepergian Morgan McSweeney merupakan pukulan berat bagi Starmer, karena McSweeney adalah penasihat terdekatnya. McSweeney juga berperan penting dalam membantu Starmer membawa Partai Buruh kembali ke tengah panggung politik setelah menggantikan pemimpin sayap kiri Jeremy Corbyn pada tahun 2020. Dengan mundurnya McSweeney dan Allan, Starmer kehilangan dua figur kunci dalam pemerintahannya.

Tim Allan, dalam pernyataannya, menekankan keinginannya untuk "memungkinkan tim No. 10 yang baru untuk dibangun", merujuk pada kantor perdana menteri di 10 Downing Street. Pengunduran diri ini menandai periode sulit bagi pemerintahan Starmer, yang harus menghadapi badai politik sambil berusaha mempertahankan stabilitas dan kepercayaan publik.