Sebuah petisi publik yang menuntut pembatalan dan penghapusan serial drama Perfect Crown secara resmi diajukan ke dewan petisi publik Majelis Nasional Korea Selatan pada 22 Mei 2026. Petisi tersebut menuduh serial tersebut melakukan distorsi sejarah dan secara tidak tepat memasukkan pakaian kerajaan, terminologi, dan adat istiadat ala China saat menggambarkan versi monarki konstitusional modern fiktif dari Korea Selatan.
Tuduhan Distorsi Budaya
Para pemohon berpendapat bahwa produksi tersebut sangat merusak identitas budaya Korea dan menyebarkan persepsi sejarah yang menyimpang secara global. Mereka mengklaim bahwa penggambaran monarki dalam drama tersebut tidak sesuai dengan fakta sejarah dan mencampuradukkan elemen budaya Korea dan China.
Dampak Global
Petisi ini muncul di tengah kekhawatiran yang semakin besar tentang bagaimana konten media dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap sejarah dan budaya suatu bangsa. Dengan popularitas drama Korea di kancah internasional, para aktivis khawatir bahwa kesalahan historis semacam ini dapat disebarluaskan dan dianggap sebagai kebenaran oleh penonton global.
Langkah selanjutnya adalah menunggu tanggapan dari Majelis Nasional dan pihak produksi Perfect Crown terkait tuntutan petisi ini.



