Golkar Puji Langkah Diplomatik Pemerintah Pulangkan 9 WNI Ditangkap Israel
Golkar Puji Langkah Diplomatik Pulangkan 9 WNI dari Israel

Partai Golkar memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah Indonesia atas keberhasilan memulangkan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan relawan Global Sumud Flotilla 2026, yang sebelumnya ditangkap oleh otoritas Israel. Golkar juga mengecam keras tindakan penyekapan yang dilakukan Israel terhadap para aktivis kemanusiaan dan jurnalis Indonesia.

Pernyataan Wakil Ketua Umum Golkar

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, menyatakan bahwa tindakan Israel yang menyekap para aktivis kemanusiaan dan jurnalis adalah pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional. "Saya kira prinsip dasarnya bahwa apapun tindakan yang dilakukan oleh Israel yang melakukan penyekapan terhadap para aktivis kemanusiaan dan jurnalis itu adalah tindakan yang tidak dibenarkan karena menyalahi prinsip-prinsip hukum humaniter internasional," ujar Ace di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Minggu (24/5/2026).

Ace juga memuji langkah diplomatik pemerintah yang proaktif, terutama melalui Kedutaan Besar di Turki, yang berhasil menyelamatkan dan membawa pulang para WNI. "Pemerintah telah melakukan langkah-langkah diplomatik yang sangat baik dengan secara proaktif menyelamatkan dan membawa pulang para warga negara Indonesia yang disekap oleh Israel," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Advokasi dan Perlindungan bagi Aktivis dan Jurnalis

Ace menekankan pentingnya advokasi dan bantuan bagi para aktivis yang melakukan misi kemanusiaan. Ia juga menyoroti perlindungan bagi jurnalis yang ikut serta, terutama dalam menjalankan tugas melaporkan situasi nyata di Gaza. "Saya kira tindakan Israel yang anti kemanusiaan perlu mendapatkan advokasi dan bantuan. Keinginan mereka ke Gaza adalah untuk membantu bantuan kemanusiaan dan mengabarkan informasi yang sesungguhnya terjadi di Palestina," jelasnya.

Pemenuhan Hak WNI

Lebih lanjut, Ace mendesak agar hak-hak para WNI yang sempat ditangkap dipenuhi, termasuk pendampingan pasca-trauma. "Penting dipastikan bahwa apa yang terjadi terhadap WNI tersebut agar hak-haknya dipenuhi. Jika mengalami kekerasan, tentu harus ada konsekuensi yang diterima," tegasnya.

Peran Board of Peace di Gaza

Ace juga menyoroti peran Board of Peace (BoP) dalam menjaga perdamaian di Gaza. Menurutnya, keberadaan BoP perlu dikaji ulang akibat situasi geopolitik yang dipengaruhi perang Israel-AS dan Iran. "Pemerintah terus berupaya menjaga perdamaian di Gaza dengan bergabung bersama BoP, namun keberadaannya perlu dikaji lebih lanjut karena situasi geopolitik yang tidak menentu akibat perang Israel-Amerika versus Iran," katanya.

Kronologi Penangkapan dan Pemulangan

Penangkapan sembilan WNI bermula ketika pasukan Israel mencegat kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) pada Senin (18/5). Kapal-kapal GSF dicegat secara bertahap, menyebabkan sejumlah relawan ditangkap. Semua relawan, termasuk sembilan WNI, dibebaskan pada Kamis (21/5) waktu setempat. Mereka kemudian dibawa ke Turki dengan pesawat sewaan dan dipulangkan ke Indonesia.

Kesembilan relawan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu (24/5) pukul 16.25 WIB. Mereka terlihat mengenakan keffiyeh, syal khas Palestina. Kerabat mereka menyambut dengan spanduk dan bendera Palestina, serta sorak-sorai saat para WNI keluar dari terminal.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Daftar Sembilan WNI yang Ditangkap Israel

  • Herman Budianto Sudarson (GPCI-Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
  • Ronggo Wirasanu (GPCI-Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
  • Andi Angga Prasadewa (GPCI-Rumah Zakat) – Kapal Josef
  • Asad Aras Muhammad (GPCI-Spirit of Aqso) – Kapal Kasr-1
  • Hendro Prasetyo (GPCI-SMART 171) – Kapal Kasr-1
  • Bambang Noroyono (Republika) – Kapal BoraLize
  • Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) – Kapal Ozgurluk
  • Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) – Kapal Ozgurluk
  • Rahendro Herubowo (Tim Media)